HOLOPIS.COM, BALI – Bali Culinary Pastry School (BCPS) di Nyanyi, Tabanan, mendadak menjadi sorotan diplomatik setelah menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Fabien Penone, pada Sabtu, 11 Oktober 2025.
Kunjungan ini, yang merupakan bagian dari rangkaian French Gastronomy Week 2025, menghasilkan sebuah pengakuan luar biasa. Duta Besar Penone menyebut sekolah tersebut sebagai salah satu institusi paling berprestasi yang pernah saya kunjungi di bidang gastronomi di Indonesia.
Pujian selangit dari diplomat yang mewakili negara adidaya kuliner dunia ini bukan tanpa alasan. BCPS, yang berada di bawah Bali International Training dan Development Center (BITDeC), telah membuktikan diri sebagai pabrik pencetak talenta yang serius, bukan sekadar sekolah masak biasa. Sekolah ini sukses menjembatani Bali langsung ke dapur-dapur bintang lima Eropa.
Fokus utama kunjungan Penone adalah melihat bagaimana kolaborasi Prancis–Bali ini berhasil diwujudkan. Dalam dua tahun terakhir saja (2023–2025), sebanyak 60 siswa BCPS telah dikirim untuk program magang ke Prancis, sebuah angka yang mengesankan.
Para siswa ini tidak magang di tempat sembarangan. Mereka ditempatkan di restoran dan hotel bergengsi, termasuk grup Lucien Barrière, serta restoran berbintang Michelin. Bahkan, mereka dibimbing langsung oleh chef dengan gelar bergengsi Meilleur Ouvrier de France (M.O.F), seperti dari La Maison Paul Bocuse dan Guy Lassausaie.
“Prancis dan Indonesia memiliki visi bersama untuk membangun kemitraan jangka panjang. Apa yang dilakukan oleh Bali Culinary Pastry School benar-benar mewujudkan visi tersebut, mempererat hubungan antar manusia, menumbuhkan talenta muda, dan membuka peluang kolaborasi baru,” ujar Duta Besar Penone di hadapan siswa dan jajaran direksi Nyanyi Bali.
Made Ariani Siswanto, Pendiri BCPS yang juga Presiden Komisaris Valrhona Chocolate Bali Park, menyambut baik apresiasi ini. Ia menegaskan kemitraan dengan Prancis diperkuat melalui pengajaran bahasa Prancis bersama Alliance Française Bali, kursus yang sudah diselesaikan oleh lebih dari 150 siswa guna memuluskan jalan karier mereka di Eropa.
Kunjungan ini ditutup dengan sesi Afternoon Degustation di Pedagogical Restaurant BCPS. Dalam suasana santai, para siswa menyajikan kreasi bernuansa Prancis yang tak hanya memamerkan keahlian teknik, tetapi juga sentuhan budaya lokal.
BCPS, bersama Politeknik Internasional Bali (PIB College), disebut mewujudkan komitmen Nyanyi Bali untuk menciptakan destinasi pendidikan unggulan yang berakar pada budaya dan inovasi. Sambil meninjau fasilitas canggih, Duta Besar Penone terlihat antusias berinteraksi dengan para siswa yang dengan bangga memamerkan keterampilan patisserie dan culinary mereka.
Kisah Bali Culinary Pastry School ini membuktikan bahwa dapur modern di Tabanan, yang memadukan pendidikan berkelas dunia dengan warisan budaya Bali, kini telah menjadi pintu gerbang diplomatik dan profesional yang paling manis bagi generasi muda Indonesia untuk menembus pasar gastronomi global, khususnya Prancis.

