HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir telah melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, hujan deras yang cukup lama menyebabkan banjir meluas hingga menggenangi 18 desa di tiga kecamatan, yaitu Kapuas Hulu, Pasak Talawang, dan Kapuas Tengah.
“Sebanyak 5.385 kepala keluarga atau 9.455 jiwa terdampak,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (9/10).
Selain itu, terdapat empat fasilitas kesehatan, 23 tempat ibadah, 31 fasilitas pendidikan, 20 kantor pemerintahan, 46 titik jembatan, dan 53 titik jalan terdampak.
Hingga saat ini kondisi banjir masih belum surut dengan ketinggian bervariasi.
“Petugas mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan air, mengingat curah hujan di wilayah hulu masih tinggi, serta segera mengungsi ke tempat aman bila diperlukan,” ujarnya.
Merespons kejadian bencana di sejumlah daerah yang didominasi oleh cuaca ekstrem, Abdul mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan memperkuat sistem peringatan dini serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana di wilayah masing-masing.
“BNPB juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan ketika hujan lebat disertai petir, menghindari area rawan bencana, memangkas dahan pohon yang rawan roboh, dan terus memantau informasi cuaca resmi dari pemerintah agar langkah antisipasi dapat dilakukan sedini mungkin,” imbaunya.

