Selasa, 24 Feb 2026
BREAKING
Selasa, 24 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Mentan Minta Publik Sorot 4,2 Juta Ton, Jangan yang 0,071% Beras Rusak

8 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengakui memang ada kerusakan beras di gudang Bulog yang jumlahnya hingga 30.000 ton. Namun demikian ia berharap publik lebih memilih untuk menyorot stok yang jauh lebih besar, yakni 4,2 juta ton di dalam negeri.

“Ini menarik, 29.000, katakanlah 30.000 saya tambah 1.000. Katakanlah 30.000 yang rusak dari 4,2 juta, itu coba dikali, 30.000 dibagi 4,2 juta ton, itu 0,071%,” kata Andi Amran saat konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta pada hari Kamis (9/10/2025).

- Advertisement -

Ia mengatakan bahwa di tahun sebelumnya, memang tidak ada stok beras yang rusak. Sebab pasokan dalam negeri cenderung kurang, sehingga beras-beras yang tersimpan selalu dilakukan penyerapan.

Sementara saat ini, stok beras mengalami surplus, sehingga jelas ada saja stok beras yang akhirnya rusak karena terlalu lama tersimpan di storage milik Bulog.

- Advertisement -

“Dulu tidak ada rusak karena berasnya tidak ada, kurang. Sekarang banyak beras sampai sewa gudang 1,2 juta kapasitas gudang, sekarang, ini kita mau bangun gudang sekarang,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Andi Amran tak mau menampik adanya kerusakan stok beras tersebut. Hanya saja, ia berharap publik lebih memilih untuk melihat stok yang berlebih tersebut. Sebab itu adalah angka yang sangat fantastis dan bahkan pencapaian tertinggi bagi Indonesia.

“Sekarang ada rusak 0,071%, ini yang di sorot, tolong dong sorot yang 4 juta, itu tidak mudah kita hasilkan itu dalam waktu 1 tahun,” tegasnya.

Pencapaian stok 4,2 juta ton besar ini dikatakan Andi adalah prestasi semua pihak, baik Presiden Prabowo Subianto dengan segara kebijakan dan target yang ditekankan kepada jajaran di bawahnya termasuk Kementerian Pertanian, juga prestasi petani di seluruh Indonesia yang sudah bekerja keras untuk menghasilkan beras nasional.

“Presiden luar biasa, perintahkan kepada kami, 4 tahun, 3 tahun, baru 1 tahun. Dan ini perjuangan petani Indonesia, ini adalah kebanggaan kita semua, bukan saya, ini keberhasilan kita semua, termasuk media,” ucapnya.

“Jadi yang disorot jangan yang 0,071%. Tapi tolong yang disorot 99,8%. Nah itu yang harus dibahas lebih bagus,” sambungnya.

Lebih lanjut, Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menggelontorkan dana yang tidak sedikit kepada Badan Usaha Logistik (Bulog) untuk membangun gudang penyimpanan besar berkapasitas 1,2 juta ton.

“Bapak Presiden sudah memberi anggaran Rp5 Triliun untuk membangun gudang pada Bulog,” tutur Andi.

Sementara terkait dengan beras yang rusak, ia pun menyebut jika hal itu akan dialihkan untuk kepentingan pakan ternak, sehingga beras tersebut pun akan tetap memiliki nilai ekonomis.

“Nah kemudian beras, beras baru ini 3,8 juta kan. Serapan dalam negeri kan baru saja, itu 3 juta lebih. Kemudian yang selebihnya kalau itu katakan 6 bulan itu masih aman. Nah, 30.000 ini kita cek, kalau ini tidak layak, ini kita untuk pakan ternak, itu kan tidak nol, tetap punya harga,” paparnya.

Stok Beras Terbanyak Dalam Sejarah Indonesia

Lantas, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun memberikan penekanan bahwa stok beras dalam negeri saat ini adalah yang tertinggi sepanjang Republik Indonesia berdiri.

“Dan yang anda tahu, saudara tahu, ini pertama dalam sejarah Indonesia stoknya 4,2 juta ton selama merdeka. Bulog berdiri tahun 1969, ini pertama dalam sejarah, tidak pernah terjadi,” ucap Andi Amran Sulaiman.

Akibat dari stok tinggi, Nilai Tukar Petani (NTP) pun juga mengalami peningkatan. Dan yang tak kalah membanggakan, Andi menegaskan bahwa penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi adalah sektor pertanian.

“Stok tertinggi, kemudian NTP naik. Dan ada yang menarik adalah penyumbang PDB tertinggi pertama itu jawara adalah pertanian,” tukasnya.

Oleh sebab itu, ia mengharapkan semua pihak patut mensyukuri situasi yang sangat positif, di mana pasokan pangan nasional akan berada dalam kondisi aman. Sehingga ia meyakinkan Indonesia tidak perlu membuka kran impor beras, bahkan jika perlu Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia.

“Dalam sejarah, nah ini yang kita harus syukuri, bahwa pemimpin kita pro rakyat, peduli pada rakyat, apapun kami minta untuk kepentingan rakyat beliau penuhi,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
8 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru