Bertemu Dubes Arab Saudi, Menteri Ekraf Bahas Kolaborasi Kuliner hingga Fesyen

22 Shares

JAKARTA – Indonesia dan Arab Saudi secara resmi mengukuhkan kemitraan yang melampaui batas-batas tradisional. Jembatan ekonomi baru kini dirajut dari kekuatan kelezatan kuliner halal, keelokan fesyen modest, dan kekayaan kriya Indonesia, menjadikan sektor kreatif sebagai pilar kunci pembangunan bersama.

Inisiatif strategis ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan antara Menteri Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Teuku Riefky Harsya dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, HE. Faisal Abdullah H. Amodi, di kediaman Dubes di Jakarta. Pertemuan tersebut menandai kesiapan sektor ekonomi kreatif (ekraf) Indonesia untuk menjadi pemasok utama produk budaya bagi pasar raksasa Saudi.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Menparekraf Teuku Riefky secara tegas menyebutkan angka fantastis yang menjadi dasar kolaborasi ini sebanyak: 36 juta orang per tahun, yaitu total estimasi jemaah haji dan umrah global. Angka inilah yang membuka peluang besar bagi produk Indonesia.

“Besarnya jumlah jemaah haji dan umrah merupakan peluang emas yang harus kita manfaatkan bersama. Kami melihat kolaborasi besar untuk penyediaan kuliner halal, kriya, dan fesyen modest asal Indonesia, memastikan bahwa kebutuhan umat muslim di Saudi terpenuhi dari produk kreatif kita,” ujar Menteri Riefky.

- Advertisement -

Kerja sama ini diikat oleh dua cetak biru pembangunan nasional yang ambisius. Di bawah Vision 2030, Arab Saudi menargetkan kontribusi sektor budaya dan kreatif hingga 3 persen terhadap PDB nasional, menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru.

Kondisi ini berharmonisasi sempurna dengan target Kementerian Ekraf Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, yang berfokus pada peningkatan kontribusi PDB, nilai ekspor, serapan tenaga kerja, dan investasi di sektor ekraf.

Menteri Riefky menekankan bahwa 17 subsektor ekonomi kreatif Indonesia menyimpan potensi besar yang dapat secara strategis disejajarkan dan diintegrasikan dengan Visi Saudi 2030.

“Ekonomi kreatif dapat dimanfaatkan sebagai katalis pertumbuhan dua arah yang memperkuat identitas nasional masing-masing sekaligus meningkatkan daya saing global secara kolektif,” tegasnya.

Dari spektrum luas ekraf, Menparekraf memprioritaskan subsektor yang secara langsung mencerminkan kekuatan budaya dan identitas Islam kedua negara, yaitu seni, desain, fesyen, kerajinan, dan, yang terpenting, kuliner halal.

Pilihan ini disambut antusias oleh Dubes Faisal Abdullah H. Amodi. Ia menyambut baik janji untuk mewujudkan kolaborasi yang lebih konkret. “Kami meyakini hal-hal baik yang dilakukan akan membuat kesepakatan baru dan kolaborasi nyata sehingga kedua negara bisa saling terhubung untuk merealisasikan visinya,” pungkas Dubes Saudi tersebut.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
22 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis