Kompak, Pemdes Rana Mbeling Bersama Masyarakat Kunjungi Tempat Wisata Adat Peninggalan Leluhur

22 Shares

HOLOPIS.COM, MANGGARAI TIMUR – Kunjungan ketempat wisata adat peninggalan leluhur merupakan bagian dari kepedulian pemerintah Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, bersama masyarakat dengan tujuan untuk membersihkan dan merawat kelestarian yang diwariskan leluhur.

Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Jumat 3 Oktober 2025. Turut hadir dalam membersihkan atau melestarikan Kampung Ngusu yakni; Warga Dusun Ngusu, Pemdes Rana Mbeling, bersama kepala suku Ngusu.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Kepala Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara, Samforianus Arifman, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat penting karena untuk melestarikan warisan leluhur melalui tindakan kerja nyata, sehingga bisa tertarik bagi para wisatawan, dan juga upaya ini merupakan bagian dari menjaga identitas budaya, tradisi kekayaan masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa pembersihan peninggalan leluhur ini sebagai bagian dari wadah inisiatif bersama masyarakat setempat.

- Advertisement -

“Rencananya akan dibangun tangga menuju kampung kampung Ngusu, sebagai tempat Wisata adat nantinya dan ke depannya juga akan kita tempatkan satu gua dan patung untuk dijadikan sebagai tempat wisata rohani,” kata kades Rana Mbeling Samforianus seperti dikutip Holopis.com.

Kades menambahkan, setelah di tata rapih dan bersih, nantinya masyarakat Desa Rana Mbeling bersama masyarakat desa sekitar bisa berkunjung atau berziarah, sekaligus melestarikan budaya warisan leluhur yang sangat berharga ini.

Tidak hanya itu, Kepala Suku setempat, Fransiskus Waldus menjelaskan bahwa Compang ini bukan hanya Compang biasa, akan tetapi ini memilik simbol Kepala suku Ngusu.

“Compang memiliki arti dan makna yang sangat sakral dalam budaya Manggarai yakni ‘Sing empat’, atau empat cabang. Dari empat cabang ini memiliki simbol yakni: Padu Ngusu, Warang Manus, Saka Mukun, dan Latar Deru,” jelas Fransiskus.

Karena memiliki unsur kesakralan, Fransiskus Waldus juga mengatakan bahwa untuk melakukan kegiatan tersebut, pihaknya pun perlu melakukan serangkaian ritual yang bertujuan untuk meminta izin kepada para lelulur.

“Kegiatan ini wajib dilaksanakan namun sebelumnya harus meminta izin terlebih dahulu kepada leluhur. Adapun arti dan tujuannya melambangkan bentuk doa dan kasih makan para leluhur lewat acara ayam (pa’u manuk),” terangnya.

Sebuah Peninggalan Sejarah Yang Paling Dikunjungi Warga Masyarakat

Untuk diketahui, setiap hari libur masyarakat Desa Rana Mbeling dan sekitarnya sering berkunjung di kampung Ngusu Lama sebagai tempat rekreasi. Salah satu masyarakat Rana Mbeling, Liber mengatakan bahwa Kampung Ngusu lama ini memilik keunikan tersendiri dengan adanya sebuah tugu yang terletak di pintu masuk.

“Di sini memilik udara yang segar dan sejuk ditambah dengan pepohonan yang begitu hijau di sekelilingnya, angin spoi-spoi yang berhembus di sekitar kampung lama Ngusu menambah kenyamanan dan kesegaran bagi pengunjung, membuat kita merasa nyaman dan melupakan kepenatan sejenak,” tutupnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
22 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis