Ray Rangkuti: Reformasi Polri Harus Dimulai dari Copot Listyo

74 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Founder Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti mengatakan, bahwa reformasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi hal yang penting. Hal itu harus mencakup tiga aspek utama, yaitu Institusional, struktural dan kultural.

“Saya melihat setidaknya ada tiga aspek yang harus diubah dari kepolisian atau direformasi dari institusi polisi,” ujar Ray Rangkuti dalam diskusi publik di Jakarta pada Kamis, (2/10/2025).

- Advertisement -Hosting Terbaik

Pemilik nama asli Ahmad Fauzi tersebut menjelaskan, dalam aspek institusional hubungannya adalah dengan desain institusi polisi di dalam tatanan kenegaraan.

Kemudian, sambung Ray, dalam aspek struktural terkait dengan posisi polisi antara berada langsung di bawah kepresidenan atau tidak.

- Advertisement -

“Itu masalah struktur,” tukas Ray.

Selanjutnya, sambung Ray, terkait dengan kultural. Perubahan kultur di lingkungan polisi, desain ini penting, karena hubungannya dengan kedua dan ketiga.

“Desain jabatan-jabatan yang sekarang diemban oleh kepolisian, ada jenderal, bintang tiga, istilah-istilah tersebut sebetulnya akrab dengan tentara,” kata Ray Rangkuti.

“Kalau saya lihat, ya, negara-negara leading, misalnya seperti Amerika, Swedia, Inggris, enggak ada tuh namanya jenderal polisi. Cuma ada satu negara pakai istilah itu, yaitu di Bangladesh,” ungkapnya.

“Kalau ku lihat di atas segalanya itu memulai reformasi institusi polisi ini dengan satu syarat, apa? Mencopot Listyo Sigit dari posisinya sebagai Kapori yang sekarang,” tegas Ray Rangkuti.

Ray Rangkuti mengatakan, tidak ada namanya reformasi kalau kaporinya beliau gitu. Maka transformasi kepolisian yang dibentuk, oleh Listyo Sigit yang sekarang itu, namanya gaya-gayaan.

“Kalau Kapolri yang sekarang bisa mereformasi polisi, kenapa tidak dikerjakan sejak 4 tahun yang lalu? Kok baru sekarang dikerjain?” tanya Ray.

Ray Rangkuti berharap reformasi polri yang dibuat oleh presiden Prabowo, sama sekali tidak boleh melibatkan, baik polisi aktif maupun nonaktif di dalamnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
74 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Habib Syakur Pilkada Lewat DPRD Tetap Demokratis, Tapi Jangan Dibahas Sekarang

Pilkada lewat DPRD seperti wacana pemerintah tetap dianggap demokratis, namun kurang tepat diributkan sekarang.

Prabowo Umumkan Indonesia Swasembada Pangan

Prabowo Subianto umumkan Indonesia berhasil capai swasembada pangan dalam 1 tahun. Dalam waktu dekat ingin semua harga komoditas terjangkau.

Richard Lee Diperiksa Polisi Hari Ini

Kasubdit Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Reonald Simanjuntak mengatakan jika dr Richard Lee akan hadiri pemeriksaan hari ini sebagai tersangka.

Jalani Pemeriksaan Perdana Sebagai Tersangka, Wagub Babel Siap Dipenjara

Wakil Gubernur Hellyana akhirnya memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri perihal pemeriksaan sebagai tersangka kasus Ijazah palsu.

Kelakar Prabowo soal PKB Harus Diawasi, Cak Imin: Bercanda Biasalah

Presiden RI Prabowo Subianto melempar omongan soal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mesti diawasi terus.

Presiden Prabowo Soroti Capaian Tahun Pertama, Tegaskan Kemandirian Bangsa

Presiden Prabowo Subianto bangga dengan capaian pemerintahan di tahun pertama kepemimpinannya. Kepala Negara juga sekaligus menegaskan soal kemandirian Bangsa.

Terbaru

holopis holopis