KEK Kura Kura Padukan Yacht Super Mewah dan Pariwisata Berkelanjutan

25 Shares

BALI – Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menutup kunjungan kerjanya di Bali dengan sebuah visi tegas yaitu memadukan pariwisata super mewah dengan komitmen penuh pada kelestarian lingkungan.

Titik fokus dari visi ini adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, yang kini digadang-gadang bukan hanya sebagai destinasi, tetapi sebagai “laboratorium” implementasi Sustainable Development Goals (SDGs).

- Advertisement -

Dalam kunjungannya, Menteri Widiyanti, yang didampingi oleh Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development Tantowi Yahya, secara khusus memuji keberadaan UID Bali Campus. Bangunan kampus yang memukau ini dirancang sebagai pusat edukasi unggulan yang terbuka untuk umum, didedikasikan untuk memperdalam pemahaman tentang SDGs.

“Kami baru pertama kali ke sini, sungguh memukau. Bangunan (UID Bali Campus) ini adalah bukti nyata, implementasi SDGs yang nyata di tengah kawasan pariwisata,” ujar Menteri Widiyanti. Kehadiran kampus ini memastikan bahwa pengembangan pariwisata di KEK Kura Kura Bali berakar kuat pada pemberdayaan masyarakat lokal dan pelestarian lingkungan.

- Advertisement -

Selain sisi edukasi, KEK Kura Kura Bali tengah membangun infrastruktur yang akan menarik wisatawan yang memiliki daya beli tinggi dan kekayaan yang memadai untuk berlibur secara mewah. Pembangunan dermaga marina internasional berkapasitas 145 yacht kini menjadi sorotan utama.

Tantowi Yahya mengungkapkan optimisme besar, mengutip penilaian ahli bahwa marina ini akan menjadi salah satu yang tercantik di dunia. “Kita patut bangga, lokasinya berada di dalam teluk, terlindungi dari ombak besar. Kapal-kapal (yacht) akan terlindungi dengan baik dan bisa menampung hingga 145 unit,” jelas Tantowi.

Dermaga ini, yang terintegrasi dengan layanan maritim dan perdagangan, diharapkan dapat mewujudkan program unggulan kementerian, Pariwisata Naik Kelas, dengan menghadirkan wisatawan yang benar-benar berkualitas.

Data investasi terbaru memperlihatkan daya tarik Bali sebagai magnet investasi pariwisata, dengan realisasi mencapai Rp 7,10 triliun pada semester I 2025, menyumbang 20,8 persen dari total investasi pariwisata nasional. Secara spesifik, KEK Kura Kura Bali telah menembus angka investasi Rp 260,96 miliar di periode yang sama.

Menggarisbawahi pentingnya identitas lokal, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, mengingatkan pesan Menteri Widiyanti bahwa setiap KEK pariwisata wajib mempertahankan dan menonjolkan unsur kultural dan budaya daerah setempat.

Dengan demikian, Kura Kura Bali bertekad menjadi model sempurna di mana kemewahan kelas dunia berjalan beriringan dengan komitmen terhadap nilai-nilai berkelanjutan dan kearifan lokal.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
25 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru