Pameran Bunga Liar Terbesar Dunia, Fenomena 6 Bulan Penuh Warna

15 Shares

JAKARTA – Lupakan pameran seni botani biasa, kanvas terbesar dan paling hidup di dunia kini terhampar di Australia Barat. Setiap tahun, negara bagian ini bertransformasi menjadi galeri alam raksasa, menjadi rumah bagi koleksi bunga liar terbesar di bumi.

Pasalnya dengan lebih dari 12.000 spesies yang memukau dan sekitar 60 persen dari flora spektakuler ini adalah endemik dan tidak dapat ditemukan di belahan bumi lain, menjadikannya sebuah fenomena evolusioner yang tiada duanya.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Fenomena magis ini bukanlah acara singkat. Musim mekarnya berlangsung selama enam bulan penuh, bergerak secara kronologis dari utara ke selatan. Dimulai dengan semburat warna di kawasan Pilbara pada bulan Juni, mencapai euforia puncaknya di jantung kota Perth setiap September, dan ditutup megah di kawasan anggur Margaret River pada bulan Oktober.

Fenomena ini adalah perjalanan visual yang tiada henti, melintasi bentang alam pedalaman yang gagah hingga garis pantai berkilauan. Perayaan keindahan alam yang tak tertandingi ini diabadikan melalui serangkaian festival unik yang melampaui sekadar pameran bunga.

- Advertisement -

Di sisi selatan, Ravensthorpe Wildflower Show menawarkan pengalaman yang lebih purba. Pameran bergengsi yang dimulai sejak tahun 1982 ini menyajikan 700 spesies dari Fitzgerald Biosphere yang diakui UNESCO. Kawasan ini dikenal sebagai habitat Kwongan, tempat flora langka bertahan dari kepunahan massal jutaan tahun lalu merupakan sebuah jendela langsung ke sejarah evolusi Bumi.

Sementara itu, di Perth, keajaiban bunga di siang hari berpadu dengan inovasi seni di malam hari. Menikmati keramaian Everlasting Kings Park Festival, tempat lebih dari 3.000 spesies bunga liar mekar. Setelahnya pengunjung kini dapat mengakhiri hari dengan pengalaman Lightscape. Instalasi seni berbasis cahaya ini menyulap taman kota menjadi hutan bercahaya, memadukan pepohonan dan bunga liar dengan iluminasi spektakuler setelah matahari terbenam.

Festival-festival lain menekankan pada perayaan budaya dan komunitas. Seperti Bloom Festival yag berlangsung dari 27 September – 26 Oktober 2025 di kawasan Great Southern Treasures adalah perpaduan sebulan penuh yang menyatukan pasar semarak, tur budaya Aborigin, dan lokakarya kreatif.

Di Barat Daya, Nannup Flower and Garden Festival menawarkan keramahan kota kecil yang hangat, memadukan pertunjukan hortikultura dengan sesi bincang inspiratif. Destinasi seperti Chestnut Brae Farm di Nannup juga menawarkan perspektif keberlanjutan, tempat pengunjung dapat menikmati ketenangan pedesaan di tengah mekarnya bunga liar.

Bagi yang menyukai pesisir, Djilba Wildflowers Festival di Esperance bisa menjadi pilihan. Festival yang terinspirasi dari kalender musim tradisional masyarakat Noongar, menampilkan spesies langka di sepanjang pantai berpasir putih dan taman nasional yang masih alami.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
15 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis