Dari Warung ke Panggung Dunia, Bali Luncurkan Indonesia jadi Destinasi Gastronomi Global

18 Shares

BALI – Indonesia tak hanya menawarkan keindahan alam, tapi kini bersiap memamerkan cerita paling intimnya: warisan kuliner yang kaya dan penuh makna. Melalui program unggulan “Wonderful Indonesia Gourmet” (WIG), pemerintah secara resmi menancapkan ambisi untuk menjadikan Indonesia sebagai raksasa gastronomi kelas dunia.

“Indonesia adalah negara dengan potensi luar biasa, mulai dari alam dan budayanya hingga warisan kuliner yang kaya, beragam, dan autentik. Dan hari ini, kami memfokuskan perhatian pada gastronomi,” ujar Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, saat membuka Wonderful Indonesia Gourmet Talkshow di The Meru Sanur, Bali, Selasa (30/9/2025).

- Advertisement -

Dipilihnya Bali dan Jakarta sebagai destinasi percontohan WIG bukanlah tanpa alasan. Pulau Dewata dinilai mampu memaknai kuliner lebih dari sekadar rasa. Di sini, makanan adalah jembatan yang menghubungkan pengunjung dengan spiritualitas, komunitas, dan budaya lokal, menjadikannya pengalaman gastronomi yang otentik dan mendalam.

Kepala Dinas Pariwisata Bali, Wayan Sumarajaya, menekankan bahwa WIG menjadi ruang kolaborasi strategis yang diharapkan mampu membawa kuliner lokal, khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), bisa naik kelas dan menjadi semakin dikenal, dicintai, dan diakui di tingkat global. Inisiatif ini juga selaras dengan praktik keberlanjutan yang telah dijalankan Bali, seperti gerakan farm to table, pertanian organik, serta wisata kuliner berbasis komunitas.

- Advertisement -

Cita rasa khas Bali terbukti menjadi tulang punggung perekonomian. Pada tahun 2024, sektor layanan makanan (restoran) menyumbang Rp 27,6 triliun ke PDRB Bali, sementara manufaktur produk makanan dan minuman menambah Rp 9,71 triliun. Total, kedua sektor ini menyumbang 12,5 persen dari keseluruhan PDRB Bali.

Angka ini diperkuat oleh fakta bahwa Bali adalah magnet utama pariwisata Indonesia. Dari 8,53 juta pengunjung internasional hingga Juli 2025, sebanyak 3,97 juta di antaranya, atau 46,5 persen dari total kedatangan, memilih Bali sebagai tujuan mereka. Memperkuat gastronomi berarti memperkuat daya tarik utama Pulau Dewata.

Deputi Bidang Industri Dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, menegaskan bahwa WIG dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia di panggung kuliner dunia.

Namun, tantangan terbesar terletak pada filosofi, seperti yang diutarakan oleh salah satu panelis, Kevindra Soemantri. Ia meyakini, sebelum melangkah ke panggung global, Indonesia perlu menjadikan gastronomi sebagai “national statement” atau bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa.

Visi jangka panjang WIG cukup ambisius yaitu mengundang koki internasional ternama untuk berkolaborasi dengan ikon kuliner Indonesia, sekaligus menarik wisatawan berkualitas dan talenta kuliner berbakat. Tujuannya adalah membangun reputasi dan kepercayaan global terhadap kekayaan kuliner Nusantara.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
18 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru