JAKARTA – Purnawirawan sekaligus penasihat ahli Kapolri, Aryanto Sutadi buka suara soal Tim Transformasi Reformasi Polri yang tengah menjadi polemik di muka publik.
Ia mengatakan pada saat melakukan rapat sosialisasi terkait hal ini, Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk tanggapan atas permintaan Presiden Prabowo Subianto, untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja di tubuh internal kepolisian.
“Justru kemarin saya barusan dapat ya rapat terakhir itu mengenai sosialisasi reformasi atau transformasi menurut istilah Kapolri itu ya, Pak Sigit menerangkan bahwa ini wujud daripada apa itu respon kita kepada keinginan Pak Presiden,” ujar Aryanto, seperti dikutip Holopis.com dalam kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, Sabtu (27/9).
Aryanto menegaskan bahwa pihaknya berada di bawah komando Presiden. Maka dari itu, pihaknya mematuhi dan menaati semua arahan yang diberikan oleh Presiden.
Selain itu, kata dia, dukungan penuh diberikan terhadap pembentukan komisi reformasi sesuai dengan instruksi Presiden, sambil menunggu proses selanjutnya.
“Kita kan di bawah Presiden, kita tunduk, taat. Respon kita apa kepada kehendak Bapak Presiden untuk membikin komisi reformasi. Kita juga mendukung untuk itu, maka sambil menunggu itu komisi itu dibentuk ya,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia mengungkapkan bahwa Kapolri juga sedang melakukan berbagai pembenahan di dalam tubuh Polri, yang efeknya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.
“Kita juga melakukan pembenahan-pembenahan ke dalam ini yang dirasakan oleh publik ya,” tuturnya.
Menurutnya, pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri disebabkan oleh tuntutan reformasi yang muncul dari kalangan masyarakat, lantaran selama ini polisi dianggap belum bekerja dengan baik dan belum memenuhi harapan publik.
“Kan ini tuntutan reformasi itu kan karena ini ya dianggap polisi kan masih kurang bagus ya selama ini,” pungkasnya.


