JAKARTA – Hampir setiap sudut daerah Indonesia memiliki cerita mistis masing-masing. Ternyata banyak loh versi cerita pocong yang beredar, namun bisa saja berbeda-beda di setiap daerahnya.
Pada kesempatan kali ini, Sobat Holopis akan disuguhkan oleh mitos-mitos tentang pocong yang beredar di kalangan masyarakat.
Kisah mengenai sosok pocong ini sering mengintai dalam bisik-bisik malam. Sosok mayat terbungkus dengan kain kafan putih ini yang cara berjalannya melompat-lompat, seakan membawa pesan misterius dari alam gaib.
Namun sebagian masyarakat menyebut sosok pocong ini dengan sebutan permen sugus. Kok permen sugus ya? Coba deh Sobat Holopis perhatikan bentuk permen sugus bagian ujung atas dan bawahnya seperti diikat layaknya seperti gambaran sosok pocong.
Sebenarnya julukan nama itu digunakan agar tidak terlalu seram suasana saat menceritakan sosok tersebut.
Menurut mitos yang beredar, penyebab mulanya pocong muncul itu karena tali pengikat kafan yang membungkus jenazah tidak dilepaskan.
Hal ini membuat arwah tersebut seolah-olah “protes” dan kembali ke dunia untuk mengingatkan orang-orang agar menghormati kematian dan tata cara pemakaman dengan benar.
Dalam 40 hari pertama setelah seseorang meninggal, mitosnya, pocong akan sering muncul untuk meminta dilepaskan tali pengikat kain kafan supaya jiwa mereka bisa bebas dari dunia ini.
Mitos selanjutnya datang dari ludah yang berasal dari sosok pocong. Konon katanya, seseorang yang diludahi oleh pocong, bagian tubuh yang terkena ludah tersebut bisa mengalami luka melepuh secara total.
Bahkan, luka yang diakibatkan oleh ludah pocong ini sulit atau tidak bisa sembuh jika tidak mendapatkan perlakuan tertentu khusus dari dunia gaib. Ada keyakinan juga bahwa hanya ludah pocong itu sendiri yang bisa menyembuhkan luka akibat diludahi pocong tersebut.
Selain itu, jika seseorang dikejar pocong disarankan untuk berlari secara zig zag agar terhindar dari tangkapan hantu itu. Mitos ini bukan sekadar cerita horor belaka, melainkan bagian dari carut marut cara masyarakat menghadapi rasa takut yang bersumber dari hal tak kasat mata.
Mengapa harus lari zigzag dan bukan lurus? Masyarakat percaya bahwa pocong yang melompat-lompat dengan gerakan uniknya sulit mengikuti jalur berbelok-belok sehingga memberikan kesempatan untuk melarikan diri.
Simak terus kisah hingga pembahasan horor di Oktober Serem Holopis.com.

