Bencana Kekeringan Masih Hantui Provinsi Jateng
JAKARTA - Bencana kekeringan sampai dengan saat ini masih menjadi momok bagi ribuan warga yang ada di Provinsi Jawa Tengah semenjak beberapa waktu yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, bencana kekeringan itu sebagian besar ada di Kabupaten Sragen dan juga Kabupaten Klaten.
"Di Kabupaten Sragen, sekitar 319 KK atau 822 jiwa terdampak. Sedangkan di Kabupaten Klaten, jumlah terdampak mencapai 2.527 KK atau 8.851 jiwa," beber Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (25/9).
Untuk menangani bencana kekeringan dan krisis air tersebut, Abdul menyebut bahwa pihaknya sudah terus berupaya melakukan penyaluran air bersih.
"Total distribusi air sejak awal Agustus hingga 23 September 2025 mencapai 1.895.000 liter," ujarnya.
Menyikapi bencana yang terjadi, Abdul mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap menjaga kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Kesiapsiagaan ini diperlukan para warga untuk menyikapi tidak hanya ancaman potensi risiko bahaya hidrometeorologi basah tetapi juga hidrometeorologi kering.
"Bagi warga yang tinggal di daerah bantaran sungai diminta selalu memantau ketinggian air secara berkala. Jika terjadi hujan berintensitas tinggi dalam durasi lama, warga disarankan melakukan evakuasi mandiri, mengetahui jalur evakuasi, dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi," imbaunya.