JAKARTA – Mantan Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong menilai, apabila bangsa Indonesia mengalami kekurangan dalam aspek sumber daya alam (SDA), maka hal ini dapat menjadi pendorong utama kemajuan Indonesia.
Menurutnya, sumber daya alam kerap menjadi beban bagi sebuah negara karena memicu oligarki dan masalah ekonomi seperti dutch disease.
“Kita akan sangat maju. Jadi memang sumber daya alam itu sebenarnya sebuah beban dan sebuah kutukan yang cenderung membuat sebuah negara itu ke arah oligarkis dan tidak begitu persis, antara lain dutch disease,” ujar Tom Lembong, seperti dikutip Holopis.com dalam kanal YouTube Raymond Chin, Senin (22/9).
Hal itu disebabkan lantaran negara menjadi beralih perhatian dari fokus pada sumber daya alam (SDA) ke pengembangan sumber daya manusia (SDM), sebab tidak ada pilihan lain yang lebih efektif untuk mengembangkan kemajuan dan pembangunan terhadap negara Indonesia.
“Persis, enggak ada pilihan kan? Enggak ada pilihan kecuali fokus ke SDM,” terangnya.
Berdasarkan data, fakta, dan sejarah, kata dia, sebagian besar negara yang maju itu justru tidak memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
“Karena sekali lagi kalau kita lihat data, fakta, realita sejarah, hampir semua negara yang maju itu miskin sumber daya alam,” tuturnya.
Tom Lembong mengungkapkan bahwa negara-negara yang kaya akan sumber daya alam sering kali gagal mencapai kesejahteraan pada rakyatnya, dan kemajuan budaya serta sosial yang memadai.
“Dan hampir semua negara yang kaya dengan sumber daya alam itu biasanya tidak sukses ya, tidak sejahtera rakyatnya, tidak terlalu bagus budaya dan kulturnya ya,” ungkapnya.
Meskipun pada umumnya negara yang kaya akan sumber daya alam itu tidak selalu berhasil secara sosial dan budaya, Tom Lembong mengatakan terdapat beberapa pengecualian negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia, yang tetap memiliki kondisi sosial dan budaya yang sehat dan baik.
“Ada pengecualian-pengecualian, ada negara seperti Amerika Serikat atau Kanada atau Australia yang kaya dengan sumber daya alam tapi sangat sehat ya secara sosial, secara budaya,” tuturnya.
Namun, ia menekankan sebagian besar negara kaya sumber daya alam justru menghadapi masalah serius seperti korupsi tinggi, pola ekstraktif, dan kerusakan mental atau budaya.
“Tapi lebih banyak contoh negara yang kaya dengan sumber daya alam biasanya korupsinya tinggi dan ekstraktif dan mentalnya juga rusak ya,” jelasnya.
Selain itu, Tom Lembong juga menyebutkan beberapa negara yang miskin terhadap sumber daya alamnya, seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, Jerman, dan negara-negara Skandinavia (kecuali Norwegia).
Lantas pria berusia 54 tahun memberi contoh dengan menggunakan negara Dubai yang memiliki sumber daya migas. Meskipun Dubai memiliki cadangan minyak yang jauh lebih sedikit dibandingkan Saudi Arabia atau Kuwait, menurutnya, Dubai justru menunjukkan kemajuan yang lebih terlihat jika dibandingkan dengan kedua negara tersebut.
“Atau misalnya kita bandingkan Dubai, Dubai memang punya migas tapi enggak ada apa-apanya dibandingkan migasnya Saudi Arabia atau Kuwait, tapi yang maju Dubai,” pungkasnya.

