MANGGARAI TIMUR – Pada Tahun 2025 ini penghasilan cengkeh masyarakat rata-rata sangat berkurang dan berbeda dengan tahun yang sebelumnya. Di mana pada tahun sebelumnya, petani cengkeh di Manggarai Timur dan sekitarnya bisa memiliki penghasilan yang cukup baik dengan harga Rp100 ribu lebih perkilo.
Sayangnya, pada tahun 2025 ini harga cengkeh perkilo naik turun dan cenderung tidak stabil, yakni berkisaran Rp110 ribu perkilo, bahkan ada yang turun mencapai Rp100.500 perkilo.
Adrianus, seorang petani cengkeh asal Kampung Wuas Desa Rende Nao, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, mengatakan bahwa tahun 2025 ini penghasilan cengkeh sangat berkurang bahkan cukup sulit untuk bisa masuk ratusan kilo.
“Tahun lalu saya punya cengkeh penghsilnya sangat memuaskan, apalagi dengan harga pergi kilo juga lumayan tinggi. Tapi Sekarang ini berbeda penghasilan cengkeh berkurang harga perkilo naik turun tidak stabil,” kata Adrianus kepada Holopis.com, Sabtu (20/9/2025).
Dengan situasi yang sangat tidak stabil tersebut, ia mengaku geleng-geleng kepala, karena fluktuasi harga yang terjadi hampir setiap harinya.
“Sebagai masyarakat, kami sangat heran dan bingung, kenapa sampai harga cengkeh perkilo itu bisa berubah hampir setiap hari,” ucapnya.
Oleh sebab itu, iIa berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lebih serius untuk melihat hal ini, agar harga cengkeh perkilo bisa kembali stabil yang berdampak pada kesejahteraan petani cengkeh lokal.


