Yang kedua dengan menggunakan celana dalam berbahan katun. Menurutnya, memilih bahan celana dalam itu juga penting supaya area kewanitaan tetap lembab, namun tidak berlebihan kelembabannya. Katun jadi pilihan terbaik karena bisa menyerap keringat dengan baik dan sirkulasi udara di kulit tetap terjaga.
“Menggunakan celana yang terbuat dari katun agar bisa menyerap keringat,” tuturnya.
Dengan cara ini, risiko tumbuhnya jamur dan bakteri yang sering bikin infeksi di area intim perlahan bisa berkurang.
Selain itu, langkah ketiga menghindari pemakaian parfum khusus area intim. Banyak perempuan yang menggunakan parfum khusus untuk area intim supaya Miss V tetap harum. Tapi sebenarnya, cara ini tidak begitu disarankan oleh dr. Boyke.
“No way untuk parfum yang khusus sebenarnya untuk badan disemprotkan ke situ juga ya,” jelasnya.
Aroma parfum dan zat kimia dalam produk tersebut, katanya, justru bisa mengganggu keseimbangan pH alami vagina dan bikin iritasi. Jadi, menjaga kebersihan dengan cara yang benar dan memakai produk yang aman, jauh lebih bagus untuk kesehatan Miss V.
Langkah selanjutnya yang keempat terkait dengan cara cebok. Dr. Boyke mengingatkan supaya usapan air dilakukan dari depan Miss V, baru ke bagian belakang agar kotoran dan bakteri dari anus tidak masuk ke vagina atau uretra, karena itu bisa sebabkan infeksi saluran kemih dan masalah lain. “Jadi gunakanlah semprotan yang dari depan ke belakang,” terangnya.
Perlu dipastikan juga nih Sobat Holopis, untuk selalu pakai air yang bersih dan higienis buat bersihin area intim, ya. Soalnya, dr. Boyke bilang jika pakai air kotor itu bahaya karena bisa bawa kuman jahat, seperti E. coli yang suka bikin infeksi saluran kemih dan keputihan.

