JAKARTA – Aktivis sekaligus Relawan Jokowi Lovers Krisyanto Yen Oni mengaku tidak puas saat menghadiri acara bertajuk “Rakyat Bersuara”.
Meski begitu, ia mengungkapkan rasa syukur lantaran bisa melihat dengan jelas kelompok yang selama ini mem-framing Presiden ke-7 RI, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok Presiden yang jahat terhadap bangsa Indonesia.
“Terlepas saya punya rasa ketidakpuasan hati hadir di acara rakyat bersuara. Ada satu sisi yang menurut saya harus saya syukuri. Kenapa? Karena hadirnya saya di sana, saya jadi melihat acara terang benderang pihak mana, kelompok mana, yang selama ini mem-framing Ir. H. Joko Widodo seakan-akan dia adalah sosok yang paling jahat, yang tidak ada baiknya sama sekali di muka bumi ini,” kata Krisyanto, seperti dikutip Holopis.com dalam kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, Senin (15/9).
Hal ini membuat Krisyanto merasa percaya karena menghadapi langsung pihak-pihak tersebut secara tatap muka. Bahkan, ia mengenal bahwa orang-orang tersebut merupakan pendukung dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
“Saya jadi melihat bukan lagi kata orang, bukan lagi isu, tapi saya berhadapan muka dengan muka dengan mereka. Saya mengenal mereka pasti mereka adalah pendukung Pak Anies Baswedan,” tuturnya.
Pun demikian, ia menyadari bahwa kritikan yang dilontarkan terhadap Jokowi dengan berlandaskan argumen dari hasil penelitian dan karya akademis seperti tesis, sejatinya merupakan upaya framing negatif yang dirancang untuk menjatuhkan Presiden ke-7 RI itu.
“Saya jadi paham di situ. Oh, jadi ternyata selama ini yang sibuk menjustifikasi Bapak Jokowi dengan mendasari argumentasi-argumentasi mereka dengan penelitian, tesis, segala macam.Tapi kita paham bahwa itu semua hanyalah framing busuk yang mereka mainkan untuk memojokkan Bapak Jokowi,” ungkapnya.
Kriyanto juga mengakui bahwa argumen yang disampaikan oleh orang-orang tersebut menang cukup meyakinkan, meskipun isinya adalah tuduhan negatif terhadap Jokowi.
“Argumen yang mereka sampaikan kira-kira memang sepintar itu. Jokowi adalah perusak ekonomi dan demokrasi,” tegasnya.
Lantas, ia mempertanyakan dasar dari tudingan tersebut yang kemungkinan berasal dari tesis atau berbagai sumber penelitian.
“Apa dasarnya? Ya mungkin ada tesis yang mereka buat atau ada sumber-sumber berdasarkan penelitian ini dan itu dan lain sebagainya,” imbuhnya.


