JAKARTA – Aktivis sekaligus Relawan Jokowi Lovers Krisyanto Yen Oni menyampaikan terkait pengakuan dari Ekonom Indonesia, Ichsanuddin Noorsy bahwa pandemi COVID-19 menjadi salah satu penyebab terhambatnya pertumbuhan ekonomi di era pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Namun, ia merasa kecewa lantaran argumen tersebut disampaikan saat tidak siaran langsung di muka publik dalam acara yang bertajuk “Rakyat Bersuara”.
“Tapi saya sempat berargumen dengan Pak Noorsy, Profesor Noorsy Ichsanuddin Noorsy. Saya menyayangkan itu, ketika sedang tidak live dia open-open ngomong bahwa kendala pertumbuhan ekonomi di era Bapak Jokowi ada faktor penyebabnya yaitu COVID-19,” kata Krisyanto, seperti dikutip Holopis.com dalam kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, Senin (15/9).
Melihat fenomena itu, Krisyanto menilai Noorsy sebagai seorang pengecut karena tidak berani mengungkapkan hal tersebut saat siarang sedang berlangsung.
“Tapi ketika live dia enggak berani ngomong itu. Dia malah menantang saya. Saya menyayangkan itu. Nah, saya melihat ini bentuk kemunafikan. Jadi, Pak Ichsanuddin Noorsy eh Noorsy menurut saya juga orang munafik pengecut. Ketika disorot kamera dia mau jujur mengatakan itu. Tapi ketika live off air dengan on air beda. Ketika off air dia katakan memang terkendala oleh COVID,” ungkapnya.
Maka dari itu saat siaran sedang berlangsung, ia mendesak Noorsy untuk mengakui terkait pembicaraan yang sebelumnya telah disampaikannya.
“Makanya ketika live saya mengejar dia supaya dia mengakui apa yang tadi kita bicarakan off air,” tegasnya.
Dalam perspektifnya, ia meyakini adanya pihak atau kelompok tertentu yang secara terstruktur dibuat untuk merusak atau menjatuhkan reputasi Jokowi.
“Ya, saya pikir ini ada pihak atau kelompok yang memang terorganisir untuk menghancurkan reputasi Bapak Jokowi,” tuturnya.
Krisyanto juga mengatakan bahwa serangan argumen yang ditujukan terhadap Jokowi dilakukan dengan secara terstruktur, dengan melibatkan narasumber, Profesor Noorsy, serta tim pendukung yang mendukung argumen tersebut, meski argumen yang disampaikan dianggap penuh dengan khayalan.
“Terorganisir. Enggak mungkin enggak. Di acara kemarin, di acara rakyat bersuara saja, kita sudah bisa melihat ini terorganisir. Di depan ada narasumber, di bawah ada Pak Ichsanuddin Noorsy. Sebagai apalah dia di situ saya juga nggak tahu. Di belakang ada tim hore. Tim hore yang disediakan untuk memberi apresiasi kepada mereka, meskipun yang mereka sampaikan itu banyak halusinasinya,” pungkasnya.

