Profil Tyler Robinson, Penembak Charlie Kirk yang Ternyata dari Keluarga Konservatif

9 Shares

JAKARTA – Nama Tyler Robinson mendadak menjadi sorotan internasional setelah ia ditetapkan sebagai tersangka penembakan yang menewaskan aktivis konservatif Amerika, Charlie Kirk, dalam sebuah acara di kampus Utah Valley University (UVU). Pria berusia 22 tahun itu kini menghadapi tuduhan pembunuhan tingkat pertama setelah penyerahan dirinya yang dramatis.

Berikut ini biodata Tyler Robinson :

- Advertisement -Hosting Terbaik

Biodata :

• Nama: Tyler Robinson
• Usia: 22 tahun
• Tempat Tinggal: St. George, Utah, Amerika Serikat
• Pendidikan: Mahasiswa tahun ketiga, program magang kelistrikan, Dixie Technical College
• Orang Tua: Matthew Carl Robinson (ayah), Amber Denise Robinson (ibu)
• Agama: Mormon, aktif di gereja setempat
• Status Pemilih: Independen/nonpartisan (tidak ikut pemilu presiden terakhir)

- Advertisement -

Dari Keluarga Mormon di Utah

Robinson lahir dan besar di St. George, Utah, sebuah kota yang terletak sekitar 400 kilometer barat daya dari lokasi penembakan. Kawasan ini dikenal dekat dengan Taman Nasional Zion dan memiliki komunitas Mormon yang kuat.

Keluarganya termasuk aktif di lingkungan gereja. Ayahnya, Matthew Carl Robinson, diketahui memiliki usaha pemasangan meja dapur dan lemari, sementara ibunya, Amber Denise Robinson, bekerja sebagai pekerja sosial. Berdasarkan catatan negara bagian, kedua orang tuanya terdaftar sebagai anggota Partai Republik, sedangkan Tyler sendiri sebelumnya tercatat sebagai pemilih independen atau nonpartisan.

Catatan pemilu menunjukkan ia tidak menggunakan hak pilih pada pemilihan presiden terakhir. Ia juga masih belum cukup umur untuk memilih dalam pemilu tahun 2020.

Mahasiswa Program Kelistrikan

Dalam kesehariannya, Robinson adalah seorang mahasiswa tahun ketiga di Dixie Technical College, mengambil program magang kelistrikan. Menurut juru bicara UVU kepada BBC, ia menempuh pendidikan di kampus itu sekaligus tinggal di kawasan barat daya Utah.

Penyerahan Diri yang Dramatis

Setelah penembakan, Robinson sempat menjadi buronan selama 33 jam. Pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkapnya setelah ayahnya sendiri membujuk agar ia menyerahkan diri. Menurut keterangan kepolisian, Robinson sempat mengaku kepada ayahnya bahwa ia lebih memilih bunuh diri daripada ditangkap. Namun, sang ayah bersama seorang pendeta yang merupakan teman keluarga berhasil menenangkan dirinya. Matthew Robinson kemudian menghubungi US Marshals dan menyerahkan putranya.

Motif dan Pandangan Politik

Keluarga Robinson menyebut bahwa dalam beberapa waktu terakhir, Tyler semakin terobsesi dengan isu-isu politik. Ia bahkan menyinggung kedatangan Charlie Kirk ke Utah dan menyebut sang aktivis konservatif sebagai sosok yang penuh kebencian. Hal ini diduga menjadi salah satu pemicu aksi penembakan yang ia lakukan.

Penangkapan Robinson pertama kali diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump. Trump secara terbuka menyebut pelaku pantas dijatuhi hukuman mati atas tindakannya.

- Advertisement -

Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
9 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis