Jokowi Ngebet Ketemu Budi Arie Pasca Dipecat Presiden Prabowo


Oleh : Ronald Steven

JAKARTA - Presiden ke-7 RI Jokowi (Joko Widodo) mengaku belum menjalin komunikasi ataupun bertemu dengan Budi Arie pasca dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Koperasi.

Hal itu disampaikan Jokowi pada Jumat (12/9) merespon reshuffle kabinet yang baru saja dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.

"Belum (ketemu Budi Arie). Belum (komunikasi). Belum ketemu, belum ketemu," kata Jokowi dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.

Kendati demikian, Jokowi mengakui bahwa dirinya akan segera bertemu dengan Budi Arie, meski tidak dijelaskan lebih lanjut kapan detail pertemuan dilakukan.

"Tapi mungkin segera ketemu, tapi belum ketemu," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden ke-7 RI Jokowi (Joko Widodo) mengakui bahwa dirinya tidak bisa memberikan banyak komentar perihal reshuffle kabinet Merah Putih jilid dua yang telah dilakukan Presiden Prabowo Subianto.

Jokowi mulanya menyebut bahwa reshuffle kabinet adalah kewenangan Prabowo Subianto sebagai Presiden serta Kepala Negara.

"Kabinet dan reshuffle menteri itu adalah prerogatif presiden. Itu kewenangan penuh dari Presiden Prabowo Subianto," kata Jokowi.

Jokowi kemudian langsung mengakui bahwa dirinya tidak bisa berkomentar ketika ada anggapan bahwa reshuffle tersebut sebagai upaya penghapusan orang-orang terdekat Jokowi di kabinet saat ini.

"Itu kewenangan presiden, hak presiden. Saya tidak bisa memberikan komentar. Itu kan prerogatif presiden," kilahnya.

Saat ditanya apakah sebelum reshuffle ada komunikasi dengan Presiden Prabowo, Jokowi mengatakan tidak ada. Secara pribadi pun ia juga enggan untuk ikut campur dalam masalah kabinet.

"Ndak ndak ndak. Itu prerogatif presiden. Saya tidak ingin ikut campur, saya di Solo," kilah Jokowi lagi.

Tampilan Utama