Sosok Charlie Kirk yang Ditembak Tragis, Pendukung Genosida di Gaza dan Rasis

22 Shares

JAKARTA – Aktivis konservatif dan sekutu dekat Presiden AS Donald Trump, Charlie Kirk yang meninggal dunia setelah ditembak ternyata pro genosida yang dilakukan pemerintah zionis Israel kepemimpinan Benjamin Netanyahu terhadap warga Gaza di Palestina.

Dalam sebuah acara di kampus Utah pada hari Rabu 10 September 2025 waktu setempat, Charlie ditembak di bagian leher, ketika ia sedang membahas kontroversi dan fenomena penembakan massal di Amerika Serikat dengan salah satu penonton di sana. Charlie Kirk pun dinyatakan meninggal dunia di usia 31 tahun setelah nyawanya tak tertolong.

- Advertisement -

Namun tak bisa dipungkiri, bahwa sahabat Donald Trump tersebut memang tak lepas dari berbagai kontroversi. Pandangan dan ucapannya kerap menimbulkan perdebatan publik, mulai dari isu Islam, dukungan pro-Israel, hingga aborsi dan hak kepemilikan senjata. Berikut ini deretan kontroversi Charlie Kirk.

Islam dan Tuduhan Islamofobia

Charlie Kirk kerap dituduh islamofobik. Ia pernah menulis komentar kontroversial soal kemenangan politisi Muslim di New York, yang dianggap melecehkan komunitas Islam. Kritik makin tajam ketika ia hadir di konferensi organisasi ACT for America, kelompok yang dikenal luas anti-Muslim.

- Advertisement -

Dukungan Pro-Israel

Di sisi lain, Kirk dikenal sebagai pendukung kuat Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menulis penghormatan di X setelah kematiannya, dan mengatakan bahwa Charlie Kirk telah mengeluarkan kata-kata yang benar.

“Charlie Kirk dibunuh karena berkata benar dan membela kebebasan. Teman Israel yangb erhati singa, ia melawan kebohongan dan membela penduduk Judeo-Christian,” kata Netanyahu.

Aktivis pro-Israel lain juga menyuarakan duka. Yoseph Haddad, aktivis advokasi Israel, membagikan video lama saat Kirk berdebat dengan seorang mahasiswa pro-Palestina, sekaligus mengenangnya sebagai sosok yang berani melawan narasi anti-Israel.

Kematian Charlie Kirk pun mengundang berbagai macam reaksi dari masyarakat Amerika Serikat. Ada yang mengesampingkan pandangan politik Charlie dan hanya melihatnya sebagai seorang ayah dan suami yang meninggal, namun ada juga yang mengatakan bahwa kematian Charlie adalah contoh ironis dari pemahaman kontroversialnya, seperti banyak anak Palestina meninggal, serta kepemilikan senjata api di Amerika yang ia dukung.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
22 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru