Rp200 Triliun Cair ke Bank Himbara Sore Ini
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyamapikan bahwa dana Rp200 Triliun yang selama ini mengendap di Bank Indonesia akan disalurkan ke seluruh bank himbara, bank-bank pelat merah untuk disalurkan dalam bentuk kredit ke rakyat.
"Saya janji akan menambahkan dana Rp200 triliun ke perbankan. Ini sudah diputuskan, siang ini sudah disalurkan," kata Purbaya Yudhi di kantornya, Jumat (12/8/2025).
Ada lima bank Himbara yang menjadi target penyaluran anggaran Rp200 triliun tersebut. Antara lain ; Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Tabungan Negara (BTN), Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
"Di Mandiri kita taruh Rp55 triluun, BRI Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, Bank BNI Rp55 triliun, Bank BSI Rp10 triliun," ujarnya.
Ia pun akan memantau langsung proses pencarian dana segar tersebut untuk menyuntik keuangan bank-bank tersebut dalam rakyat melaksanakan proyeksi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dananya akan kita kirim, sudah disetujui tadi pagi. Saya pastikan dana yang Rp200 triliun masuk ke sistem perbankan hari ini," tandasnya.
Lebih lanjut, mantan Kepala Badan Penjamin Simpanan (BPS) ini pun berseloroh bahwa mungkin bank-bank tersebut akan kalang kabut untuk menyalurkan duit sebesar itu kepada rakyat. Namun ia memastikan bahwa Kementerian Keuangan percaya bahwa dana-dana tersebut akan lukuid.
"Dan mungkin bank-nya habis ini bingung berpikir nyalurinnya ke mana. Pasti akan pelan-pelan kita rilis hingga ekonomi bisa bergerak," tutur Purbaya Yudhi.
Di sisi lain, ia menjawab pertanyaan mengapa ada nominal berbeda dalam penyaluran dana tersebut. Misalnya untuk Bank BTN hanya Rp25 Triliun, begitu juga dengan BSI yang hanya Rp10 Triliun.
"(Pertimbangan) size bank-nya," tukasnya.
Begitu juga tentang pertanyaan mengapa Bank Syariah Indonesia ikut dalam format penyaluran dana tersebut, Yudhi mengatakan bahwa pemerintah ingin agar uang tersebut bisa sampai ke Aceh. Sebab hanya BSI yang mampu menyentuh ke wilayah tersebut.
"Kenapa BSI ikut, karena dia satu-satunya bank yang punya akses ke Aceh supaya dananya bisa dimanfaatkan di sana," lanjut Yudhi.
Terakhir, ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak menaruh harapan dan aturan khusus apa pun kepada Bank dalam tata kelola suntikan duit Rp200 triliun tersebut. Ia mempercayakan pengelolaannya langsung kepada bank-bank Himbara untuk membantu menggenjot laju ekonomi nasional.
"Deposit on call. Nggak ada tenor. Tapi bisa kita hitung lukuiditas kita, jadi harusnya di perbankan cukup aman," ucapnya.