YORDANIA – Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini menyampaikan, bahwa Dompet Dhuafa telah sampai di Kota Amman, Yordania. Di sana, mereka menyalurkan paket berupa kebutuhan logistik, perlengkapan seperti selimut hangat untuk melindungi warga dari cuaca ekstrim.
Kehadiran Dompet Dhuafa membawa lebih dari sekadar bantuan, tetapi juga semangat dan pelukan solidaritas, menjadi bukti bahwa amanah masyarakat Indonesia tetap sampai kepada mereka yang terluka oleh krisis kemanusiaan di Gaza.
“Ya, sore ini kami di Yordania baru saja melakukan kunjungan kepada satu keluarga pengungsi Palestina dari Gaza. Kami memberikan bantuan keperluan sehari-hari, kebutuhan logistik, termasuk pakaian hangat menjelang musim dingin di Yordania,” kata Ahmad Juwaini dalam keterangan persnya yang diterima Holopis.com, Kamis (11/9/2025).
Dari kegiatan berbagi dan penyaluran bantuan itu, Ahmad menyebut bhawa dirinya mendapatkan banyak sekali masukan dari para pengungsi, agar dunia Islam mau lebih serius lagi menanangi kasus genosida di Gaza yang selama ini dilakukan oleh Israel.
“Kami juga mendapatkan banyak informasi tentang kehidupan mereka sebelumnya, kondisi mereka sekarang, dan harapan mereka kepada bangsa-bangsa Muslim, termasuk Indonesia, agar terus dapat dibantu dan didukung,” ujarnya.
Pun demikian, ia menyampaikan bahwa para pengungsi dari Gaza menyampaikan banyak terima kasih kepada masyarakat di Indonesia yang telah menyalurkan bantuannya melalui berbagai pihak, termasuk lewat Dompet Dhuafa, sehingga tersampaikan dengan baik di sana.
“Saat ini mereka juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap bantuan dari Indonesia yang begitu besar bagi pengungsi Palestina,” tutur Ahmad Juwaini.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Dompet Dhuafa akan terus memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat Gaza untuk mendapatkan hak-hak normatif mereka dari kondisi yang tidak baik-baik saja di Palestina.
Oleh sebab itu, Ahmad Juwaini mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan bantuan melalui penyaluran donasi yang dihimpun oleh lembaga filantropinya itu.
“Dompet Dhuafa terus mengajak masyarakat Indonesia untuk bersolidaritas terhadap saudara-saudara kita di Palestina. Bantuan yang terkumpul akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan, perlindungan, dan pendidikan bagi para pengungsi yang tengah berjuang mempertahankan kehidupan,” pungkasnya.

Suara Pengungsi
Salah satu keluarga pengungsi dari Gaza, Abu Samur menyampaikan jika pihaknya sangat menderita dengan kondisi yang terjadi. Di mana nyaris tak ada tempat aman bagi dirinya, istrinya hingga anak-anaknya.
“Kami dievakuasi ke Yordania. Awalnya kami tinggal di Khan Yunis. Kami diserang lebih dari sekali. Kami mengungsi dari Khan Yunis ke sekolah-sekolah di Al-Anwar. Besoknya, sekolah itu dibom. Mereka membom sekolah kami, sehingga kami mengungsi ke rumah sakit. Anak ini menderita malnutrisi, artinya kondisinya sangat buruk, kesehatannya sangat buruk,” kata Abu Samur pada hari Rabu, 10 September 2025.
Kini anaknya yang sedanng mengalami malnutrisi masih dirawat di Yordania. Keluarga Abu Samur pernah merasakan getirnya hidup di bawah serangan beruntun di Khan Yunis, Jalur Gaza. Demi menyelamatkan diri, ia bersama istrinya, Linda, dan anak-anak mereka harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tanpa kepastian akan esok hari.

