Takmau Diserang Israel Lagi, Qatar Langsung Kerja Sama dengan AS


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Qatar mengecam serangan Israel ke Doha sebagai pelanggaran terhadap kedaulatannya dan hukum internasional, serta mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan Amerika Serikat (AS) untuk mencegah terulangnya hal tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari menyatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menunjukkan sikap yang sama sekali tidak menghormati mitra dan sekutunya. Al Ansari juga mengatakan bahwa Donald Trump sudah berjanji jika serangan serupa tidak akan terjadi lagi.

“Presiden AS Donald Trump meyakinkan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani bahwa insiden semacam itu tidak akan terjadi lagi,” kata Al Ansari, dikutip Holopis.com, Rabu (10/9).

Emir memperingatkan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja dan menjanjikan semua langkah hukum dan diplomatik untuk menanggapinya.

Perlu diketahui Sobat Holopis, Qatar merupakan sekutu utama non-NATO AS dan menjadi tuan rumah pangkalan militer AS terbesar di Timur Tengah.

Donald Trump Sayangkan Serangan Israel Terhadap Qatar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikenal sebagai sekutu Israel justru sangat menyayangkan serangan tersebut.

"Presiden memandang Qatar sebagai sekutu yang kuat sekaligus sahabat Amerika Serikat, dan merasa sangat menyesalkan dengan lokasi serangan ini," kata Donald Trump.

"Pagi ini, pemerintahan Trump mendapat informasi dari militer Amerika Serikat bahwa Israel menyerang Hamas, yang sangat disayangkan terletak di wilayah Doha, ibu kota Qatar," kata Leavitt.

"Pengeboman secara sepihak di dalam Qatar, sebuah negara berdaulat dan sekutu dekat Amerika Serikat yang bekerja sangat keras dan dengan berani mengambil risiko bersama kami menjadi mediasi perdamaian, tidak menguntungkan tujuan Israel maupun Amerika," katanya.

Tampilan Utama