JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga, meski sempat diguncang aksi demonstrasi anarkis di sejumlah wilayah pada beberapa waktu lalu.
Hal ini membuat Kepala Negara yakin jika semua elemen elit bangsa memiliki kesadaran bernegara yang rasional, dan mengutamakan kepentingan rakyat dibandingkan kepentingan kelompok.
“Semua indikator ekonomi menunjukkan bahwa terdapat suatu kekuatan ekonomi kita. Kemarin ada goncangan demonstrasi yang akhirnya menjadi kerusuhan, tapi ternyata ekonomi kita masih stabil,” kata Prabowo, seperti dikutip Holopis.com dalam kanal YouTube Najwa Shihab, Rabu (10/9).
“Sehingga saya semakin percaya bahwa apabila seluruh elit Indonesia punya kesadaran berbangsa dan bernegara dengan rasional, dengan mengutamakan selalu kepentingan bangsa dan rakyat di atas kepentingan kelompok,” lanjutnya.
Bahkan ia juga meyakini, bangsa Indonesia akan lebih cepat pulih kembali seperti sebelum adanya aksi demonstrasi anarkis tersebut.
“Saya percaya kita akan lebih cepat bangkitnya,” ungkapnya.
Selain itu, ia juga menyampaikan terkait program makan bergizi gratis (MBG) yang sudah dicanangkan, kini mencapai 25 juta penerima program tersebut.
Lalu ia berharap agar program MBG ini dapat mencapai angka 82,9 juta penerima pada bulan Desember 2025, atau di bulan Januari 2026.
“Semua program yang sudah saya rancang sudah mulai kelihatan hasil nyata. Makan bergizi gratis (MBG) sudah mencapai 25 juta penerima manfaat,” tuturnya.
“Kita berharap sesuai rencana, Desember akan sampai 82,9 juta. Kalaupun tidak Desember, saya percaya Januari akan sampai,” tambahnya.
Di sisi lain, orang nomor satu di Indonesia itu tidak mau terburu-buru dan memaksakan kehendak juga dalam mencapai angka tersebut.
“Tapi tidak grusa-grusu, kita tidak usah terlalu memaksakan diri,” terangnya.
Ia mengatakan bahwa strategi yang sudah diterapkan pemerintah, berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa dan kecamatan secara signifikan. Dimana Nilai Tukar Petani (NTP) juga mengalami peningkatan, dan masih ada kemajuan lain yang telah diraih oleh bangsa ini.
“Kita yakin dengan strategi yang sudah kita tempuh, ternyata ekonomi di desa dan kecamatan berkembang dengan pesat. Nilai Tukar Petani (NTP) meningkat cukup tajam, penghasilan petani naik tentunya. Banyak sekali kemajuan yang kita capai,” jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaru Sudaryono menyampaikan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 0,76 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat angka NTP tersebut naik menjadi 123,57 pada bulan Agustus kemarin. Dimana angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan bulan Juli sebelumnya.
“Guys ada kabar baik dari pertanian Indonesia. NTP kita naik. NTP adalah singkatan dari nilai tukar petani. BPS mencatat nilai tukar petani per Agustus 2025 naik menjadi 123,57. Angka ini meningkat 0,76 persen dibanding Juli 2025,” kata Sudaryono dalam postingan di Instagram resminya @sudaru_sudaryono, Senin 8 September 2025.

