JAKARTA – Israel membuat heboh dunia ketika mereka menyerang ibu kota Qatar, Doha. Serangan tersebut dianggap PM Israel Benjamin Netanyahu hal yang wajar. Hal tersebut karena mereka mengklaim sedang menargetkan anggota senior Hamas yang ikut menjadi otak serangan 7 Oktober di Israel.
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikenal sebagai sekutu Israel justru sangat menyayangkan serangan tersebut, demikian disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam konferensi pers di Gedung Putih.
“Presiden memandang Qatar sebagai sekutu yang kuat sekaligus sahabat Amerika Serikat, dan merasa sangat menyesalkan dengan lokasi serangan ini,” kata Karoline, dikutip Holopis.com, Rabu (10/9).
“Pagi ini, pemerintahan Trump mendapat informasi dari militer Amerika Serikat bahwa Israel menyerang Hamas, yang sangat disayangkan terletak di wilayah Doha, ibu kota Qatar,” lanjutnya.
Ia mengatakan bahwa menyerang Qatar yang merupakan negara berdaulat bukanlah sesuatu yang menguntungkan untuk Israel, maupun Amerika Serikat.
“Pengeboman secara sepihak di dalam Qatar, sebuah negara berdaulat dan sekutu dekat Amerika Serikat yang bekerja sangat keras dan dengan berani mengambil risiko bersama kami menjadi mediasi perdamaian, tidak menguntungkan tujuan Israel maupun Amerika,” katanya.
Tak hanya itu, Donald Trump ternyata sudah berbicara dengan PM Qatar dan mengatakan bahwa peristiwa serupa tidak akan terjadi lagi di Qatar.
“Presiden juga berbicara dengan Emir dan Perdana Menteri Qatar. Dia meyakinkan mereka bahwa hal seperti itu tidak akan terjadi lagi di tanah mereka,” lanjutnya.
Pada hari yang sama, Hamas mengatakan delegasi negosiasinya selamat dari serangan udara Israel di Doha, meskipun enam orang lainnya tewas, termasuk anggota pengawal kelompok tersebut dan seorang petugas keamanan Qatar.
Sebelumnya pada Selasa, militer Israel dan badan keamanan Israel Shin Bet mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa Angkatan Udara Israel telah melakukan serangan terfokus yang menargetkan pimpinan tertinggi Hamas di Qatar.
Perlu diketahui juga, Qatar adalah sekutu utama AS di kawasan yang menjadi lokasi pangkalan udara utama Amerika.
Di sisi lain, Qatar juga telah menjadi tuan rumah biro politik Hamas sejak 2012, dan telah bertugas bersama AS dan Mesir sebagai mediator dalam negosiasi tidak langsung antara kelompok tersebut dan Israel.

