JAKARTA – Bencana kekeringan sampai dengan saat ini masih melanda pemukiman warga yang ada di wilayah Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, kekeringan yang berakibat berkurangnya air bersih di Kecamatan Kemalang dan Karangnongko, Kabupaten Klaten yang berdampak pada 5 (lima) desa. Merespon hal ini, petugas melakukan distribusi air bersih sebanyak 6 tangki pada Jumat (5/9).
“Pada distribusi kali ini petugas BPBD Kabupaten Klaten berhasil mendistribusikan sebanyak 30.000 liter air bersih kepada 167 kepala keluarga (KK) atau sekitar 744 jiwa,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (6/9).
Abdul menyebut bahwa BPBD Kabupaten Klaten juga telah mendistribusikan air bersih pada periode 4 Agustus 2025 hingga 4 September 2025, dengan total sebanyak 229 tangki atau 1.145.000 liter.
Adapun rincian air bersih yang telah didistribusikan, yakni 70 tangki di Desa Tlogowatu, 72 tangki di Desa Tegalmulyo, 20 tangki di Kendalsari, 69 tangki di Desa Sidorejo dan 4 tangki untuk Desa Gemampir.
Menyikapi bencana yang terjadi, Abdul mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap menjaga kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Kesiapsiagaan ini diperlukan para warga untuk menyikapi tidak hanya ancaman potensi risiko bahaya hidrometeorologi basah tetapi juga hidrometeorologi kering.
“Bagi warga yang tinggal di daerah bantaran sungai diminta selalu memantau ketinggian air secara berkala. Jika terjadi hujan berintensitas tinggi dalam durasi lama, warga disarankan melakukan evakuasi mandiri, mengetahui jalur evakuasi, dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi,” imbaunya.

