JAKARTA – Pendiri Rumah Keluarga Bersama, Michael Bimo Putranto menyampaikan keprihatinan atas kondisi nasional beberapa waktu yang lalu, di mana kerusuhan terjadi di mana-mana, pembakaran fasilitas publik hingga penjarahan pun terjadi.
“Kerusuhan yang terjadi sebelumnya tidak hanya melukai rasa aman, tetapi juga menimbulkan kerugian yang nyata,” kata Bimo dalam keterangan persnya, Kamis (4/9/2025).
Ia menyebut bahwa banyak orang korban berjatuhan, baik luka-luka hingga meninggal dunia. Tidak hanya masyarakat yang menjadi korban, tak sedikit aparat pun ikut menjadi korban dalam tragedi tersebut.
“Menurut catatan aparat keamanan, puluhan orang mengalami luka-luka, sejumlah korban jiwa tercatat, serta fasilitas umum bernilai ratusan miliar rupiah rusak,” ujarnya.
“Aktivitas perdagangan di pusat kota sempat lumpuh, transportasi publik terganggu, dan distribusi barang melambat,” sambungnya.
Jika menarik kesimpulan, maka jelas peristiwa kerusuhan yang sempat masif terjadi di berbagai daerah khususnya kota besar memberikan catatan kritis tentang stabilitas nasional.
“Fakta ini menunjukkan bahwa tanpa stabilitas keamanan, pembangunan ekonomi dan agenda kesejahteraan rakyat akan selalu terhambat,” lanjut Bimo.
Beruntung saat ini situasi nasional sudah kembali kondusif. Kegiatan publik sudah kembali normal dan ekonomi pun berjalan seperti biasa. Dalam konteks ini pun, Bimo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertahanan yang sudah mengupayakan kondusifitas tersebut.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Beliau berhasil membangun soliditas yang efektif, menyalakan kembali kepercayaan publik, dan sekaligus menjawab keinginan Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala negara untuk mengembalikan stabilitas nasional,” tukasnya.
Pun demikian, Bimo Putranto mengingatkan agar semua pihak tidak terlalu euforia dengan keberhasilan menjaga kamtibmas yang sempat memanas. Sebab situasi buruk semacam itu bisa saja kembali terjadi jika akar masalah utama kemarahan publik tidak segera diatasi.
“Setelah situasi terkendali dan stabilitas keamanan tercapai, pemerintah memiliki ruang lebih luas untuk kembali bekerja menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” tuturnya.
Sejumlah aspek yang harus segera dibereskan oleh pemerintah dalam waktu dekat adalah sektor rill, antara lain ; stabilitas harga pangan, lapangan kerja, dan penegakan hukum yang adil.
“Dengan keamanan yang terjaga, pemerintah dapat kembali fokus pada pemulihan ekonomi rakyat kecil, memastikan keadilan sosial, serta mendorong reformasi institusi agar lebih transparan dan berpihak pada publik,” papar Bimo.

