JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan memberikan respons atas adanya gerakan 17+8 yang saat ini tengah marak di jagat dunia maya.
Menurutnya, hal itu merupakan simbol aspirasi rakyat yang akan dihargai dan dilindungi oleh pemerintah, serta aparat keamanan.
“Pemerintah menghargai setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat, baik yang disampaikan melalui media sosial maupun saat bertemu langsung, termasuk tuntutan yang berkembang belakangan ini,” kata Budi Gunawan dalam keterangan persnya yang diterima Holopis.com, Kamis (4/9/2025).
Namun demikian, aspek yang dititikberatkan oleh Budi Gunawan adalah, aspirasi harus dilakukan dengan cara yang baik dan hati yang jernih. Sehingga apa yang ingin disampaikan oleh masyarakat kepada para pemangku kebijakan dapat dikawal dan diakomodir.
“Kemenko Polkam senantiasa berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk memastikan bahwa setiap aspirasi ditangani dengan langkah yang bijaksana, terbuka, dan sesuai hukum,” ujarnya.
Budi Gunawan juga menyampaikan jika dirinya akan terus mengimbau kepada aparat keamanan di lapangan untuk selalu mengutamakan sikap humanis dan melindungi para demonstran, ketika mereka menyampaikan aspirasi.
“Aparat di lapangan juga terus kami himbau agar mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat dan melakukan tindakan tegas yang terukur,” tukasnya.
Lebih lanjut, mantan Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) ini pun menegaskan jika pemerintah sangat memahami bahwa setiap kelompok masyarakat memiliki harapan dan kegelisahan. Oleh karena itu, ruang komunikasi akan selalu kami buka dengan cara yang tenang dan saling menghargai, agar aspirasi dapat tersampaikan dengan baik.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama terus menjaga kerukunan yang sudah terbangun. Terus menjaga persatuan dan kesatuan sebagai modal dasar kita bersama untuk melangkah bersama menuju masa depan yang lebih baik. Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” pungkasnya.

