Polda Sayangkan Aksi Anarkis di DPR

6 Shares

JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyampaikan bahwa pihaknya masih mendalami identitas dan entitas ribuan perusuh yang melakukan kegiatan anarkisme di sekitar DPR RI.

“Terus dilakukan pendalaman dan identifikasi,” kata Ade Ary di Jakarta, Kamis (28/82/2025) petang.

- Advertisement -

Ia mengatakan bahwa aksi 28 Agustus 2025 sebenarnya sangat kondusif, di mana aksi pada pagi hari dimulai oleh elemen buruh di bawah komando Partai Buruh dan KSPI. Kemudian pada siang hari disusul oleh elemen mahasiswa lintas kampus di gerbang belakang gedung DPR RI.

Namun pada sore hari muncul kelompok massa yang sangat banyak tanpa identitas melakukan aksi anarkisme dan sengaja menyerang petugas yang melakukan pengamanan demonstrasi.

- Advertisement -

Pun demikian, Ade Ary pun menyampaikan bahwa bahwa sebelum aksi unjuk rasa pecah pihaknya sempat berhasil menghalau sejumlah pelajar yang hendak ikut melakukan demonstrasi.

“Kami di lapangan berhasil mencegah, melindungi, mengayomi anak-anak kita pelajar yang rencananya akan ikut melakukan aksi unjuk rasa, karena sebelumnya terprovokasi dari adanya beberapa kanal media sosial itu,” ujarnya.

Setidaknya per siang hari, Ade Ary menyebut ratusan pelajar berhasil digagalkan untuk ikut melakukan demonstrasi dan ikut anarkis dengan massa pemuda lainnya pada siang hingga malam hari.

“Angkanya adalah 276 pelajar. Ada yang ditemukan membawa anak panah, ada yang ditemukan membawa botol, ditanya untuk apa botolnya, untuk melempari polisi, sangat disayangkan,” tutur Ade Ary.

Lantas, ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh Polres jajaran yang telah melakukan upaya persuasif dengan sejumlah stakeholders dalam menangani kenakalan pelajar tersebut.

“Dalam handing atau penanganan anak-anak pelajar ini, rekan-rekan kami Kapolres jajaran yang melakukan kegiatan pencegahan tadi mengamankan, melindungi anak-anak agar tidak berangkat ke lokasi unjuk rasa,” tandasnya.

“Bekerja sama dengan seluruh stakeholder, beberapa hari yang lalu ya, dari peristiwa yang pertama itu dari KPAI, kemudian dari dinas, organisasi terkait tingkat provinsi dengan pihak sekolah, pengurus sekolah, kepala sekolah dan juga menghubungi orang tuanya,” sambung Ade Ary.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
6 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru