Iran Bantah Tuduhan Australia Terkait Serangan Anti-Yahudi


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa (26/8) membantah tuduhan pemerintah Australia bahwa Teheran berada di balik dua serangan anti-Yahudi di negara tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa setiap tindakan yang tidak pantas tidak bisa dibenarkan.

“Secara alami, setiap tindakan yang tidak pantas dan tidak dapat dibenarkan di tingkat diplomatik akan mendapat reaksi resiprokal. Ini adalah perkembangan baru. Rekan-rekan saya sedang mempertimbangkan masalah ini untuk memutuskan respons Republik Islam Iran,” kata Esmaeil, dikutip Holopis.com, Kamis (28/8).

Perlu diketahui, Esmaeil Baghaei merespons klaim Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese yang menuding Iran sebagai dalang pembakaran sebuah kafe kosher di Sydney pada Oktober lalu serta serangan besar terhadap sebuah sinagoga di Melbourne pada Desember lalu. Ia juga menanggapi keputusan pemerintah Australia yang mengusir Duta Besar Iran Ahmad Sadeghi.

Menurut Baghaei, dalam dua pekan terakhir jutaan orang di Australia menggelar demonstrasi menentang pembunuhan warga di wilayah Palestina yang diduduki. Ia menambahkan, beberapa politisi Australia bahkan melontarkan kritik,meski ringan terhadap tindakan Israel, sesuatu yang jarang terjadi sebelumnya.

Ia menilai langkah terbaru Australia terhadap Iran justru bertentangan dengan semangat diplomasi dan hubungan kedua negara. Baghaei menuding kebijakan itu dilakukan untuk mengimbangi kritik yang sempat disuarakan terhadap Israel.

Di sisi lain, PM Australia Anthony Albanese pada Selasa mengumumkan bahwa Australia telah menarik duta besarnya untuk Iran sekaligus menangguhkan operasi di kedutaan besar Australia di Teheran.

Tampilan Utama