JAKARTA – Pemerintah menargetkan penerimaan negara dari sektor bea dan cukai mencapai Rp334,3 triliun pada tahun depan sebagaimana tercantum dalam postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. Angka ini meningkat 11 persen dibandingkan target tahun 2025 yang sebesar Rp301,6 triliun.
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyebut target tersebut cukup ambisius, namun masih realistis. Menurutnya, strategi utama pemerintah bertumpu pada penerimaan cukai hasil tembakau serta ekstensifikasi barang-barang baru yang berpotensi dikenakan cukai.
“Untuk Bea Cukai, Komisi XI sudah berkali-kali membahas dengan kita sehingga sangat paham. Targetnya Rp334 triliun, ini cukup tinggi. Tentu sangat ditopang oleh cukai hasil tembakau namun juga ekstensifikasi barang kena cukai,” ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Jumat (22/8) dikutip Holopis.com.
Selain mengandalkan cukai, pemerintah juga akan memperkuat penerimaan dari bea masuk seiring dinamika perdagangan internasional yang terus berubah. Sri Mulyani menjelaskan bahwa tren global saat ini menunjukkan penurunan tarif bea masuk, sementara bea keluar lebih diarahkan untuk mendukung agenda hilirisasi produk dalam negeri.
Di tengah tingginya target, pemerintah memastikan langkah penegakan hukum terhadap peredaran barang ilegal tetap menjadi prioritas. Sri Mulyani menegaskan bahwa pemberantasan penyelundupan, terutama pada produk hasil tembakau dan barang kena cukai lain, akan diperketat.
“Ini tantangan juga karena selama ini kita terus melihat bea cukai sempat mengalami tekanan karena bea keluar yang kemudian tidak dibolehkan ekspor untuk bahan mentah namun kita tetap mencantumkan angka yang cukup tinggi, Rp334 triliun,” tutur Sri Mulyani.
Berdasarkan RAPBN 2026, total pendapatan negara dipatok mencapai Rp3.147,7 triliun, naik 9,8 persen dari tahun sebelumnya. Rinciannya, target penerimaan pajak sebesar Rp2.357,7 triliun, penerimaan kepabeanan dan cukai Rp334,3 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp455 triliun.
Target ambisius dari sektor bea dan cukai ini diharapkan mampu memperkuat fondasi fiskal sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan nasional di tengah tantangan ekonomi global.


