JAKARTA – BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) memastikan proses evakuasi terhadap korban gelombang tinggi Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang telah berhasil dilakukan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, petugas telah mengevakuasi sisa korban yang sebelumnya sempat dinyatakan hilang.
“Akibat peristiwa ini sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan hilang,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (23/8).
Diketahui sebelumnya gelombang tinggi di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (19/8).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat sejumlah pemancing ikan diduga tenggelam setelah hilang akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk saat memancing di sekitar lokasi.
Kepala BPBD Kota Semarang Endro Martanto menuturkan setidaknya lima pemancing yang diduga tenggelam saat memancing di perairan sebelah utara Ibu Kota Jawa Tengah itu
“Sementara dua orang sudah ditemukan, tiga orang lain masih dalam pencarian,” katanya.
Ia menjelaskan kejadian nahas tersebut bermula ketika 12 pemancing berangkat dengan menggunakan kapal menuju lokasi memancing di pintu masuk perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Selasa pagi.
Saat dijemput kembali oleh pemilik kapal pada siang hari, kata dia, hanya didapati tujuh pemancing, sementara lima lainnya dilaporkan hilang.
Menurut dia, saat peristiwa itu terjadi kondisi cuaca perairan Tanjung Emas dilanda gelombang tinggi dan angin kencang.
Ia menyebut 12 pemancing yang berangkat menyeberang untuk memancing tersebut tidak saling kenal.


