JAKARTA – Mantan Komisioner KPK Saut Situmorang memohon kepada Presiden Prabowo untuk tidak menanggapi adanya manuver dua periode dalam kontestasi nasional saat ini. Ia meminta agar Prabowo benar-benar fokus memperbaiki kondisi bangsa dan negara.
“Saya katakan, please Pak Prabowo jangan mikir dua periode. Bereskan aja yang 5 tahun ini, itu udah menunjukkan siapa anda yang sebenarnya,” kata Saut saat ngobrol bareng Refly Harun dan dikutip Holopis.com, Jumat (22/8/2025).
Sebab ia menaruh keyakinan dan harapan yang sangat tinggi kepada Prabowo saat ini. Terlebih ia melihat sesuatu yang sangat berbeda dari sisi Prabowo ketimbang Presiden sebelumnya, khususnya Jokowi.
Karena semua yang diomongkan Prabowo Subianto cenderung berisi harapan yang sangat ideal untuk tata kelola berbangsa dan bernegara yang benar.
“Karena per hari ini dari sisi pemberantasan korupsi, presiden kita yang satu ini memang berbeda dengan presiden sebelumnya,” ujarnya.
“Ah itu kan omon-omong aja Pak Sut, ya kan kita pegang omon-omon itu, yang dulu omon-omon ndak ada, diam-diam tau-tau kacau aja, indeks persepsi korupsi jatuh jadi 34 dari 40. Karena kan bagaimanapun orang yang dipegang itu omongannya, karena pemberantasan korupsi itu menginspirasi,” sambung Saut.
Ketika Presiden Prabowo Subianto dalam periode saat ini sukses memberikan inspirasi bagi perbaikan bangsa, khususnya dalam sektor pemberantasan korupsi, maka hal itu dengan sendirinya akan menjadi legacy bagi Prabowo di mata publik.
Kalau pun nantinya Prabowo harus dipilih rakyat menjadi Presiden dua periode misalnya, hal itu bukan lagi berangkat dari janji-janji politik semata, akan tetapi publik benar-benar mengukur kesuksesan Prabowo sepanjang periode 2024-2029 memimpin seperti apa.
“Udah, fokus saja mewariskan. Karena ukuran kesuksesan dia nanti adalah bagaimana demokrasi berikutnya berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi yang tidak dilakukan pada 10 tahun ke belakangan,” tuturnya.
Lebih lanjut, sebagai tokoh yang memang concern dalam sektor pemberantasan korupsi, Saut Situmorang meyakini bahwa ada harapan besar dari sisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam perbaikan kualitas demokrasi dan juga pemberantasan korupsi di Indonesia. Maka dari itu ia ingin agar Prabowo benar-benar fokus pada aspek itu untuk kepentingan memperbaiki kondisi bangsa dan negara saat ini.
Sekaligus ia ingin agar demokrasi ke depan, rakyat Indonesia tidak lagi melihat politik dalam perspektif pragmatisme, di mana dukungan akan diberikan ketika memberikan sembako, bagi-bagi susu dan kaos seperti yang dilakukan era Jokowi, akan tetapi benar-benar atas dasar kesadaran kolektif tentang arah maju bangsa.
“Ada hope dari sisi demokrasi, pemberantasan korupsi ada hope. Jadi kita cuma bisa berpesan, please Pak, you creat the value for your country,” tutur Saut.


