JAKARTA – Manajer Newcastle United Eddie Howe sadar bahwa Alexander Isak kini tengah berkonflik dengan klub. Ia pun berharap betul bahwa konflik ini segera selesai.
Hal tersebut diungkapkan Howe usai laga Aston Villa vs Newcastle United pada pekan perdana Liga Inggris 2025/2026 di Villa Park, Sabtu (16/8) malam WIB.
Laga tersebut berkesudahan imbang tanpa gol alias 0-0. Yang menjadi perhatian lain pada pertandingan tersebut adalah absennya Alexander Isak, padahal laga tersebut penting untuk mengawali kompetisi musim ini.
Diisukan bahwa ketidakhadiran Alexander Isak tersebut akibat dari konfliknya dengan Newcastle United. Ketegangan itu muncul di didasari keadaan transfer Isak itu sendiri.
Alexander Isak kesal kepada Newcastle United dan kabarnya sudah menegaskan enggan bermain lagi dengan The Magpies. Hal itu terjadi, karena Newcastle menolak mentah-mentah tawaran saga transfer Liverpool.
Liverpool telah melayangkan tawaran super tinggi yakni 120 juta Euro atau setara Rp 2,26 triliun, namun ditolak Newcastle tanpa alasan yang pasti.
Ketidakhadiran Isak pun mempengaruhi permainan Newcastle ketika bersua Aston Villa, dimana The Magpies kesulitan membuat gol meski mendominasi permainan. Padahal, The Villa tampil dengan 10 pemain sejak menit 66.
Menilik kondisi ini, pelatih Eddie Howe pun berharap konflik Isak dengan Newcastle segera berakhir.
“Sulit untuk menjawabnya. Saya berharap ini segera diselesaikan, karena ini selalu menjadi berita di sekitar kita,” tegasnya, seperti dikutip Holopis.com dari BBC.
“Para pemain telah berhasil mengatasinya dan tetap tampil baik. Kita harus terus melakukannya. Kita harus bertahan tanpa kabar-kabar yang merugikan kita,” imbuhnya.
Lantas, bagaimana nasib Alexander Isak ke depannya? Apakah benar-benar akan dilepas Newcastle atau tetap dipertahankan meski sang pemain menegaskan untuk tidak akan tampil?

