Bikin Merinding! Pesan Dua Paskibraka Papua untuk Prabowo Jelang 17 Agustus

0 Shares

JAKARTA – Dua pelajar asal Papua, Franciscus Sakfiris Pahabolisage dan Stincek Laramiapa, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional dalam perayaan HUT RI ke-80 di Istana Merdeka, Jakarta, bersama Presiden RI Prabowo Subianto.

Franciscus merupakan utusan dari Provinsi Papua Pegunungan yang bersekolah di SMA Negeri 1 Wamena, sementara Stincek adalah perwakilan dari Provinsi Papua Tengah yang menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Nabire. Keduanya berhasil lolos seleksi berjenjang mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

- Advertisement -

Franciscus mengaku tak pernah membayangkan dirinya bisa berdiri di halaman Istana Merdeka, apalagi sebagai Paskibraka Nasional.

“Tentu sangat senang, bahagia, karena dulu cuma bisa lihat di televisi atau HP. Sekarang bisa melihat langsung di depan mata, bahkan ikut dalam upacara. Itu sangat membahagiakan,” kata Franciscus di Jakarta, Kamis (14/8).

- Advertisement -

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. “Bapak, kami semangat, bangga, karena bisa bertemu langsung dengan Bapak,” ujarnya.

Franciscus bercerita, salah satu tantangan terberat saat seleksi adalah tes fisik. Sebelumnya ia tidak terbiasa melakukan lari, push up, atau sit up. “Pas tes lari, lapangannya besar sekali. Jadi langsung kaget fisiknya,” ungkapnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Stincek Laramiapa menegaskan tekadnya untuk memberikan yang terbaik pada saat mengibarkan bendera pusaka di hadapan Presiden.

“Pesan saya untuk Bapak Presiden, saya akan berusaha semaksimal mungkin agar pengibaran bendera pusaka berjalan maksimal dan membanggakan negara,” ucapnya.

Awalnya, Stincek ragu bisa lolos hingga tingkat nasional. Namun, rasa itu hilang setelah ia mulai berlatih bersama 76 anggota Paskibraka lainnya dari 38 provinsi. “Kita belajar kompak, saling memahami, dan menjaga kebersamaan,” ujarnya.

Rasa Gugup dan Bahagia Bertemu Presiden

Menjelang 17 Agustus, Stincek mengaku ada rasa gugup yang sulit dihilangkan. Namun, rasa itu bercampur dengan kebahagiaan karena bisa bertemu Presiden secara langsung.

“Yang pasti gugup, tapi ini sebuah kebahagiaan. Bisa ketemu langsung dengan hasil usaha sendiri, itu luar biasa,” katanya.

Bagi Franciscus dan Stincek, menjadi Paskibraka Nasional bukan sekadar tugas upacara, tetapi juga kesempatan berharga untuk membawa nama daerah dan membuktikan bahwa anak-anak muda Papua mampu berprestasi di tingkat nasional.

Mereka berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Papua lainnya untuk terus berjuang, berdisiplin, dan tidak takut bermimpi besar.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis