Ternyata Ada Luka Dalam Iwan Fals di Balik Lagu Bunga Terakhir

0 Shares

JAKARTA – Musisi senior Virgiawan Listanto alias Iwan Fals baru saja didapuk menyanyikan lagu ‘Bunga Terakhir’ berduet dengan penyanyi cantik lintas generasi, Isyana Sarasvati. Lagu ini nantinya akan menjadi original soundtrack dari film persembahan rumah produksi Falcon Picture, ‘Panji Tengkorak’.

Duet Iwan Fals yang memiliki suara khas sangat apik berpadu dengan suara lembut dan manis dari Isyana. Namun di balik itu, siapa sangka kolaborasinya dengan Isyana membawakan ulang lagu yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Bebi Romeo tersebut tidak hanya memiliki pengalaman emosional dan personal baginya secara pribadi.

- Advertisement -

Iwan menceritakan, lagu ‘Bunga Terakhir’ mengingatkannya pada kenangan penuh duka karena kehilangan putra sulungnya Galang Rambu Anarki saat lagu tersebut booming pada 1999. Dalam waktu yang berdekatan di tahun yang sama, ia juga kehilkangan ayah dan adiknya. Oleh karena itu, penyanyi 63 tahun tersebut sama sekali tidak mau mendengarkan lagu ‘Bunga Terakhir’ sama sekali meski tengah digandrungi.

“Dulu saya sampai tidak mau dengar lagu ini. Bertahun-tahun saya hindari karena selalu teringat anak saya, adik, ayah saya. Pas lagu ini booming saya enggak berani dengerin,” ungkap Iwan dalam konferensi pers di Jakarta.

- Advertisement -

Iwan menyebut, ia mengambil proyek ini bukan hanya sekedar menyanyikan lirik tetapi juga menjadi sebuah bentuk pelepasan duka yang selama ini ia simpan. Pelantun ‘Bento’ tersebut menilai lagu ini baginya sangat menyentuh, terutama karena maknanya yang selaras dengan momen kehilangan dalam hidupnya dan berkat dukungan anak keduanya, Annisa Cikal Rambu Basae.

“Saya sempat enggak berani (nyanyi) lagu ini tapi sekarang saya sudah bisa lebih ikhlas, ya dikuat-kuatin saja. Cikal datang ajakan nyanyikan lagi. Ya dikuat-kuatin akhirnya Alhamdulillah bisa menyanyi. Ini bukan sekadar nyanyi tapi menyampaikan rasa duka yang tertanam di jiwa,” imbuhnya.

Versi terbaru lagu ‘Bunga Terakhir’ dirilis secara digital pada seluruh platform musik mulai 7 Agustus 2025, disertai dengan video klip eksklusif yang memperlihatkan potongan adegan emosional dari film Panji Tengkorak. Film animasi Panji Tengkorak diadaptasi dari komik klasik berjudul sama karya Hans Jaladara.

Film ini menceritakan kisah seorang pendekar bernama Panji (Denny Sumargo) yang jiwanya terikat ilmu hitam setelah kematian istrinya, Murni.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru