JAKARTA – Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut ada lebih dari ratusan ribu orang terdampak oleh kekeringan parah di Somalia tengah dan utara.
Wakil Jubir Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq menjelaskan, dalam sebuah analisis dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) menunjukkan bahwa lebih dari 880.000 orang tinggal di daerah-daerah yang terdampak parah di 16 distrik.
“Sebuah evaluasi gabungan oleh badan-badan PBB dan mitra-mitranya sedang dilakukan di Puntland dan Somaliland guna menentukan kebutuhan-kebutuhan utama,” kata Haq, dikutip Holopis.com, Kamis (7/8).
Jubir sekjen PBB itu juga menambahkan bahwa laporan awal menunjukkan peningkatan kerawanan pangan, penyusutan akses untuk mendapatkan air dan padang rumput, serta gangguan besar pada mata pencaharian.
Badan-badan kemanusiaan PBB menyampaikan bahwa sumur-sumur air telah mengering dan lebih dari 160 sumur bor tidak lagi berfungsi. Petani ternak sedang bermigrasi bersama ternak mereka ke daerah lain untuk mencari air dan padang rumput.
Dana Kemanusiaan Somalia yang dikelola PBB dijelaskan sedang bersiap untuk mengalokasikan dana guna memenuhi kebutuhan mendesak yang menyelamatkan nyawa.
“Mitra-mitra kami sedang merencanakan peningkatan bantuan, tetapi terkendala oleh pemangkasan dana baru-baru ini oleh donatur-donatur utama. Rancangan Respons dan Kebutuhan Kemanusiaan Somalia (Somalia Humanitarian Needs and Response Plan) senilai 1,4 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.358) hanya didanai sebesar 17 persen atau hampir 242 juta dolar AS,” pungkasnya.

