JAKARTA – Dalam rangkaian kegiatan Emergency Disaster Risk Reduction (EDRR) 2025, sebuah workshop bertajuk “Early Warning for All” akan digelar pada Kamis, 14 Agustus 2025 di Main Hall A Conference A, JIEXPO Kemayoran, mulai pukul 08.30 hingga 14.30 WIB.
Workshop ini menjadi salah satu sesi penting yang akan membahas urgensi membangun sistem peringatan dini bencana yang inklusif, efektif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), BNPB, BMKG, Badan Geologi, UN Women, dan mitra lainnya.
Vista Limbong, Project Director EDRR 2025, menyatakan bahwa workshop ini menjadi bagian penting dari keseluruhan misi EDRR.
“Melalui workshop ‘Early Warning for All’, kami bersama Kemenko PMK ingin menegaskan bahwa sistem peringatan dini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal kolaborasi lintas sektor. Ini bagian dari visi besar kami membangun ekosistem kebencanaan yang tangguh dan terintegrasi,” ujar Vista.
Workshop ini akan dibuka dengan Keynote Speech dari Dr. Lilik Kurniawan, ST., M.Si, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK.
Sesi utama akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dari berbagai sektor, antara lain:
- Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. – Kepala BNPB
- Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. – Plt. Kepala BMKG
- Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc. – Kepala Badan Geologi
- Fifi Aleyda Yahya – Dirjen Komunikasi Publik & Media, Kemenkodigi
- Dr. H. Safrizal ZA, M.Si – Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan, Kemendagri
- Dra. Prasinta Dewi, M.A.P. – Deputi Pencegahan, BNPB
- Prof. Dr. Ir. Harkunti P. Rahayu, M.Sc. – Ketua Umum IABI
Untuk memperkaya perspektif, workshop juga menghadirkan para penanggap diskusi yaitu:
- Prof. Dr. Syamsul Ma’arif, M.Si – Dewan Pembina IABI
- Solly Andriany Gantina – Anggota Komisi VII DPR RI
- Ardito Marzooki Kodijat – National Professional Officer, UNESCO
Diskusi akan dipandu oleh dua moderator andal, Titi Moektijasih dari UN OCHA dan Morry Efriana dari Kemenko PMK.
Dengan mengusung tema “Early Warning for All”, workshop ini tak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga momentum penting untuk merumuskan sinergi antara kebijakan pemerintah, dukungan ilmiah, teknologi, dan keterlibatan masyarakat.
Tujuannya jelas: memperkuat sistem peringatan dini sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional yang berkelanjutan dan responsif terhadap risiko bencana yang makin kompleks.

