Saling Sindir di Masa Lalu, Kini Lorenzo Puji Rossi Setinggi Langit

0 Shares

JAKARTA – Rivalitas panas antara Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi selama di MotoGP menjadi salah satu kisah paling ikonik dalam sejarah balap motor.

Meski sempat berseteru hebat saat sama-sama membela Yamaha, hubungan keduanya kini perlahan mencair. Bahkan, Lorenzo mulai terang-terangan mengakui kehebatan sang legenda, Valentino Rossi.

- Advertisement -

Lorenzo menyebut Rossi sebagai pebalap yang sangat cerdas dan punya kelebihan dalam improvisasi di lintasan. Menurutnya, The Doctor tak hanya tangguh secara teknik, tetapi juga memiliki intuisi luar biasa saat berlomba.

“Rossi yang paling kuat dalam hal improvisasi. Dia sangat cerdas, sangat luwes. Dia tahu cara berimprovisasi di lintasan. Dia tidak tertutup. Dia sangat terbuka. Wajar saja, karena dia sangat cerdas,” kata Lorenzo dikutip Holopis.com dari Motosan, Kamis (31/7).

- Advertisement -

Tak hanya memuji kecerdasan Rossi di lintasan, Lorenzo juga menganggap bahwa sahabat sekaligus rival lamanya itu memiliki keunggulan dalam berbagai aspek kehidupan. “Tidak hanya di lantai dansa, tapi di semua bidang kehidupan,” imbuhnya.

Pernyataan ini menjadi menarik karena datang dari seorang Lorenzo yang dulu dikenal sering bersitegang dengan Rossi. Keduanya bahkan pernah terlibat perang dingin di dalam dan luar sirkuit, terutama saat musim 2008–2010 ketika mereka berebut dominasi di tim Yamaha.

Salah satu momen yang paling membekas bagi Lorenzo adalah pertarungannya melawan Rossi di GP Catalunya 2009, yang dianggap sebagai salah satu duel terbaik dalam sejarah MotoGP.

“Kami berdua bersaing ketat sepanjang akhir pekan, dari FP1 hingga pemanasan. Balapan yang luar biasa. Tak satu pun dari kami bisa lolos. Itulah niat kami, baik dia maupun saya. Dan dia menang karena, menurut saya, dia yang terbaik,” kenangnya.

Lorenzo juga mengungkap bahwa salah satu pelajaran berharga yang dia dapat selama bertahun-tahun bersaing dengan Rossi adalah bagaimana memahami titik pengereman dan manuver di tikungan.

“Rossi paham betul kapan harus mengerem, mengurangi kecepatan, dan berbelok. Hal itu yang selalu saya pelajari dari dia,” ujarnya.

Kini, setelah keduanya pensiun dari dunia balap profesional, Lorenzo mengaku bisa lebih jernih menilai kualitas sang rival lamanya. Tidak ada lagi tensi kompetitif seperti dulu, hanya rasa hormat kepada sesama legenda MotoGP.

Meski perbedaan karakter dan gaya membalap sempat memicu konflik di masa lalu, hubungan mereka kini tampak jauh lebih hangat. Lorenzo dan Rossi bahkan beberapa kali terlihat saling memberi komentar positif di berbagai forum MotoGP.

Kehangatan ini menjadi bukti bahwa rivalitas hebat bukan berarti permusuhan abadi. Justru, di balik pertarungan keras di lintasan, tersimpan penghargaan dan pelajaran mendalam antarsesama pebalap papan atas dunia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru