JAKARTA – Bencana kekeringan melanda sejumlah wilayah di Indonesia sejak beberapa hari terakhir ini.
Wilayah yang dilanda kekeringan di antaranya tercatat di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten dan Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, kekeringan yang melanda wilayah Pandeglang, Banten ini terjadi di Desa Kadubadak, Kecamatan Angsana.
“Sedikitnya 60 KK atau 200 jiwa terdampak akibat krisis air yang dipicu oleh musim kemarau,” kata Abdul MUhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (31/7).
Menyusul peristiwa ini, tim BPBD Kabupaten Pandeglang mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Air bersih dibagikan menggunakan water truck ke permukiman-permukiman warga.
Sementara itu di Kabupaten Mahakam Ulu, kekeringan yang terjadi akibat dampak dari musim kemarau menyebabkan kondisi air di Sungai Mahakam surut, pada Senin (28/7).
“Keringnya sungai membuat akses kendaraan air sulit dilalui. Akibatnya, dua kecamatan yakni Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai turut terdampak,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 3.428 KK atau 10.154 jiwa terdampak dari keringnya sungai Mahakam tersebut.
Abdul memastikan BPBD Kabupaten Mahakam Ulu telah melakukan kaji cepat terkait kebutuhan dasar warga terdampak dan melakukan koordinasi lintas sektor guna memobilisasi bantuan.
Tidak hanya itu, BPBD juga telah menerjunkan tim guna memantau lokasi terdampak.
Meskipun sudah memasuki musim kemarau, sebagian wilayah Indonesia masih berpeluang diguyur hujan sedang hingga lebat.
“Di samping meningkatkan kesiapsiagaan di musim kemarau, masyarakat dan pemerintah daerah juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, banjir bandang, dan angin kencang,” imbaunya.

