JAKARTA – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) berhasil mencetak kinerja keuangan yang solid di Semester I tahun 2025. Perusahaan pengembang properti nasional ini membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 3,37 triliun, naik 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3,26 triliun.
Kinerja ini turut mendorong laba bruto menjadi Rp 1,88 triliun dan EBITDA mencapai Rp 1,82 triliun, masing-masing tumbuh 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Yang paling mencolok adalah laba bersih yang melonjak tajam sebesar 33% menjadi Rp 1,39 triliun, dari sebelumnya Rp 1,05 triliun di Semester 1-2024.
Salah satu kontributor utama kinerja PWON adalah pertumbuhan pendapatan berulang (recurring revenue) yang meningkat 10% menjadi Rp 2,69 triliun. Pendapatan ini berasal dari beberapa segmen utama seperti retail mall, office leasing, dan hospitality. Segmen retail mall mencatat kinerja paling kuat dengan pendapatan sebesar Rp 1,93 triliun, naik 15% dari tahun sebelumnya.
Meski begitu, pendapatan office leasing mengalami penurunan 6% menjadi Rp 147 miliar, sementara pendapatan hospitality meningkat 2% menjadi Rp 618 miliar.
Secara keseluruhan, komposisi pendapatan berdasarkan segmen adalah: retail leasing (57%), hotel dan serviced apartment (18%), office leasing (4%), penjualan kondominium (12%), landed houses (8%), dan penjualan office (1%).
Namun demikian, PWON mencatat penurunan marketing sales sebesar 22% menjadi Rp 603 miliar dibandingkan Rp 770 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sekitar 75% dari total marketing sales tersebut berasal dari program PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) yang berlaku sejak kuartal IV-2023. Penjualan semester ini didominasi oleh condominium dan office (59%) serta landed houses (41%).
Untuk mendukung ekspansi bisnis, PWON telah menggelontorkan belanja modal (capex) sebesar Rp 478 miliar, yang dialokasikan untuk proyek strategis Pakuwon Mall Bekasi dan Pakuwon City Mall tahap 3 di Surabaya.
Dengan pertumbuhan laba yang signifikan dan pendapatan recurring yang stabil, PWON menunjukkan ketahanan bisnis yang kuat serta strategi ekspansi yang berkelanjutan di sektor properti komersial Indonesia.


