Catat! Polisi Bakal Datangi Sekolah Sepajang Ops Patuh 2025

0 Shares

JAKARTA – Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa lalu lintas bukan hanya tanggung jawab Polri, melainkan menjadi tanggung jawab dari semua pihak.

“Lalu lintas itu tanggung jawab kita semua, paralel dari pada operasi patuh. Kami ada program Polantas Menyapa,” kata Kakorlantas saat menyampaikan laporan hasil Operasi Patuh 2025 pada Senin, 28 Juli 2025 di Ditlantas Polda Lampung.

- Advertisement -

Dalam program Polantas Menyapa tersebut, anggota polisi lalu lintas aktif mengunjungi lokasi-lokasi strategis, termasuk sekolah-sekolah seperti SMP dan SMA, tanpa harus melakukan penindakan hukum secara langsung.

“Jadi polantas datang ke lokasi, polantas datang ke SMP, polantas datang ke SMA. Tidak harus melakukan Law Enforcement, tidak harus melakukan penindakan hukum di jalan. Jadi kami yang hadir ke sekolahan,” ujarnya.

- Advertisement -

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh, sasaran utama yang menjadi perhatian adalah penggunaan helm standar SNI dan pengendara yang belum cukup umur. Terdapat peningkatan signifikan dalam peneguran terhadap pelanggaran ini.

“Kami selalu mengimbau dan dalam operasi patuh, itu juga menjadi sasaran yang pertama salah satunya adalah tidak menggunakan helm SNI, seorang yang belum cukup umur mengendarai kendaraan menjadi sasaran prioritas, dan itu ada peningkatan jadi kami banyak menegur,” tutur Kakorlantas.

Irjen Pol Agus menekankan bahwa pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keselamatan anak-anak di jalan. Memastikan mereka mengendarai kendaraan yang layak sesuai standar SNI, termasuk juga sudah cukup umur.

“Kalau anak-anak itu saya rasa tanggung jawab kita semuanya, termasuk orang tua, ibu guru, pak guru, termasuk juga polisi, semuanya punya tanggung jawab,” jelas Kakorlantas.

Menurutnya, saat ini polisi lalu lintas tidak mengutamakan penegakan hukum, melainkan mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif.

“Karena memang Polantas saat ini tidak bangga untuk melakukan penegakan hukum. Jadi kita cukup menyapa, memberitahu, syukur-syukur saat ini kita sudah merancang dengan pihak jasa raharja untuk bisa dimasukkan pelajaran tentan etika berlalu lintas,” ungkap Kakorlantas.

Terakhir, Agus juga meminta kepada orang tua untuk berperan aktif dalam mencegah anak-anak mengendarai kendaraan sebelum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Hal ini dalam rangka mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan kendaraan akibat kelalaian berkendara.

“Jadi kami juga titip kepada rekan-rekan media dan bapak-ibu semuanya, termasuk orang tua, agar supaya melarang, bila anaknya menggunakan kendaraan belum punya SIM,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru