JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah rumah warga yang ada di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung sejak Selasa (29/7).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan air sungai meluap.
“Kondisi tersebut akhirnya merendam permukiman warga di wilayah Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Peristiwa ini berdampak pada lima kecamatan dan menyebabkan ratusan warga mengungsi,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (30/7).
Abdul mengatakan bahwa banjir melanda 18 desa yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Kecamatan Semaka (Desa Sri Purnomo, Sri Kuncoro, dan Sudimoro), Kecamatan Bandar Negeri Semuong (Desa Gunung Doh, Banding, Rajabasa, dan Atar Lebar), Kecamatan Wonosobo (Desa Bandar Kejadian, Banyu Urip, Dadi Rejo, Banjar Negoro, Soponyono, dan Sampang Turus), Kecamatan Kotaagung Barat (Desa Negara Batin dan Belu), serta Kecamatan Kelumbayan (Desa Penyandingan, Susuk, dan Negeri Kalumbayan).
Sebanyak 200 jiwa mengungsi ke lokasi aman, salah satunya di Balai Desa Soponyono, Kecamatan Wonosobo. Sebagian dari warga yang sempat mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing.
“Sementara itu, sekitar 100 kepala keluarga atau 420 jiwa dilaporkan terdampak,” ujarnya.
Kerugian materiil akibat banjir ini meliputi sekitar 100 unit rumah warga terdampak, satu unit jembatan hanyut, dua unit fasilitas ibadah terdampak, dan satu kantor desa terdampak.
“Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa. Namun, sebagian wilayah terdampak masih tergenang air,” imbuhnya.
BPBD Kabupaten Tanggamus terus melakukan assesment dan berkoordinasi dengan aparat setempat untuk memantau situasi di lapangan. Penetapan status tanggap darurat oleh pemerintah daerah masih dalam proses.
Abdul kemudian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, khususnya apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang dapat menyebabkan luapan sungai.

