JAKARTA – Setelah BEM UGM dan UNDIP, kini satu lagi anggota aliansi Badan Eksekitif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) juga ikut keluar. Salah satunya adalah BEM Universitas Udayana Bali.
“Menanggapi dinamika yang terjadi pada Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Ke-XXVI. Kami Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Udayana menyatakan sikap pamit undur diri dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Kerakyatan,” tulis pernyataan resmi BEM Universitas Udayana di akun Instagram mereka seperti dikutip Holopis.com, Rabu (30/7/2025).
Dalam surat pernyataan resmi yang ditandatangani sejumlah Ketua BEM se Bali, alasan mereka keluar adalah karena situasi yang tidak kondusif baik di dalam maupun di luar Musyawarah Nasional (Munas) BEM SI ke XVIII yang diselenggarakan di Universitas Dharma Andalas Padang, Sumatera Barat.
“Dengan terjadinya situasi di mana kami BEM se Bali yang hadir pada Munas BEM SI ke XVIII dianggap berada di bawah naungan dan di-claim dalam kepentingan oknum, kami BEM se Bali yang hadir pada Munas BEM SI ke XVIII merasa independensi dan marwah lembaga kami dicederai,” tulis mereka.
Di sisi lain, ada campur tangan pemerintah dan intelijen negara yang dianggap ikut memberikan sumbangsih dari kericuhan forum BEM SI Kerakyatan tersebut. Sehingga dengan berat hati, BEM se Bali pun menyatakan mengundurkan diri dari aliansi yang kini dipimpin oleh Muhammad Ikram tersebut.
“Oleh karena itu, kami Badan Eksekutif Mahasiswa se Bali yang hadir pada Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia ke-XVIII menyatakan undur diri,” tegas mereka.
Dalam surat pernyataan forum BEM se Bali tersebut, sejumlah tanda tangan dibubuhkan antara lain ; I Wayan Arma Surya Darmaputra dari BEM PM Universitas Udayana, kemudian I Wayan Reka Ningcaya Bawa dari BEM RM Universitas Pendidikan Ganesha.
Selain itu, ada juga tanda tangan Ida Bagus Bajangga Pidada Kastu Suardana dari BEM PM Universitas Pendidikan Nasional. Selanjutnya ada Gede Erawan Kusuma Putra Widana dari BEM Universitas Mahasiswa Mahasaraswati Denpasar, serta Ni Kadek Devina Dwi Pradnyani dari BEM STIKES Bina Usada.
Sebelumnya, BEM UGM dan Undip lebih dahulu menyatakan keluar dari BEM SI Kerakyatan. Mereka menilai bahwa kegiatan Munas yang digelar di Padang telah membuat gerakan Mahasiswa tercederai independensinya. Hal ini karena adanya tamu dari unsur pemerintah dalam forum tersebut.

