8 Jenis Istirahat, Anda Sudah Melakukan yang Mana?

2 Shares

JAKARTA – Saat Anda merasa lelah dan bosan dengan aktivitas yang sama setiap harinya, mungkin Anda merasa tidur adalah jalan keluarnya. Bukan, tidur saja ternyata tidak cukup untuk mengatasi rasa lelah Anda. Ketahuilah 7 jenis istirahat berikut ini dan lakukan mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tidak semua rasa lelah bisa diatasi dengan tidur. Ya, saat atau setelah tidur mungkin rasa lelah itu dapat hilang, tapi bertahan sebentar saja. Tak lama kelelahan itu akan muncul kembali, karena sumber lelah yang sesungguhnya tidak Anda tangani dengan tepat.

- Advertisement -

Penulis Sacred Rest Saundra Dalton-Smith, M.D., mengatakan dalam bukunya, “istirahat adalah terapi alternatif yang paling jarang digunakan, bebas bahan kimia, aman dan efektif, yang tersedia bagi kita.”

Atas dasar inilah, seperti ditulis juga dalam laman Psychology Today, Saundra mengembangkan konsep 8 istirahat yang dibutuhkan tubuh dan pikiran untuk mengatasi defisit istirahat kronis sesuai dengan sumber masalahnya masing-masing.

- Advertisement -

Kedelapan jenis istirahat itu adalah:

  • Istirahat fisik

Ini adalah jenis istirahat yang paling lazim dilakukan kebanyakan orang, istirahat fisik. Jenis istirahat fisik ini mengacu pada aktivitas ringan yang tujuannya memulihkan lelah, seperti tidur siang, yoga, peregangan, atau pijat.

  • Istirahat Mental

Jika pekerjaan kerap membuat Anda stres, atau sehari-hari Anda biasa menghadapi situasi yang chaos/hectic, Anda rentan mengalami kelelahan mental.

itu tandanya Anda butuh istirahat mental. Tidur saja tidak akan cukup memulihkan rasa lelah seperti ini. Sekalipun Anda mengalihkannya dengan makanan atau minum kopi setiap hari, tidak bisa.

Ya, mungkin itu akan berhasil dan memuaskan Anda dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang, makanan dan kopi justru bisa memberi dampak buruk bagi kesehatan Anda.

Saundra menganjurkan Anda melakukan istirahat singkat, misalnya cuti untuk pergi berlibur atau menekuni hobi Anda. Atau Anda juga bisa mencoba menulis jurnal sebelum tidur. Kegiatan ini disebut Saundra sebagai difusi pikiran (thought diffusion). Yakni, latihan mental untuk membantu menciptakan jarak antara pikiran dan emosi.

Istirahat mental dibutuhkan agar Anda dapat menenangkan perasaan, menjernihkan pikiran, menerima dan mengingat informasi dengan lebih baik, serta terhindar dari stres berlebihan.

  • Istirahat Sensorik

Sadarkah Anda bahwa selama ini Anda hidup di dunia yang penuh dengan stimulasi konstan, seperti layar, percakapan, cahaya, musik, kemacetan, hewan peliharaan, anak-anak, dan lainnya.

Menurut Saundra, konsep deprivasi sensorik dilakukan untuk membantu memulihkan diri dari stimulasi berlebih. Dalam praktiknya, Saundra sering menyarankan kliennya untuk meluangkan waktu setidaknya 45 menit tanpa layar sebelum tidur.

Latihan bermanfaat lainnya adalah sesuatu yang disebut teknik Grounding Lima Indera (five senses grounding). Teknik ini memungkinkan Anda fokus hal-hal konkret yang terjadi saat ini dengan menggunakan kelima indera yang Anda miliki.

Salah satu metode yang umum dilakukan saat menggunakan teknik ini adalah 5-4-3-2-1, di mana caranya dijelaskan sebagai berikut:

5: Mengidentifikasi 5 hal yang Anda lihat, seperti bantal, meja, buku, vas bunga, pintu.

4: Mengidentifikasi 4 benda yang dapat Anda sentuh/raba, seperti rambut, tisu, sepatu, dan celana.

3: Mengidentifikasi 3 hal yang dapat Anda dengar, seperti suara ketel listrik, suara anjing menggonggong, dan suara motor lewat.

2: Mengidentifikasi 2 aroma yang dapat Anda hirup, seperti bau minyak tawon dan bau hujan.

1: Mengidentifikasi 1 benda yang bisa Anda cicipi, seperti ayam goreng.

Istirahat Emosional

Istirahat emosional memberi Anda ruang untuk menjadi autentik –asli, benar-benar menunjukkan apa yang Anda rasakan.

Saat seseorang menanyakan kabar Anda padahal dia tahu bahwa Anda sedang kesal, umumnya Anda akan menjawab, “baik” atau “saya baik-baik saja, kok”. Alih-alih mengatakan hal itu, ada baiknya Anda menyatakan perasaan Anda yang sebenarnya. “Saya sebenarnya sangat kesal karena …….”

Pelepasan emosi yang autentik ini memungkinkan sirkuit emosional Anda terasa lebih tenang. Dengan begitu, orang-orang yang ada di sekitar Anda akan membantu memberikan kedamaian emosional.

Istirahat Sosial

Apakah Anda seorang yang introvert atau ekstrovert? Penting bagi Anda mengetahui apakah Anda mendapatkan energi dari orang lain atau sebaliknya, merasa energinya terkuras setiap kali menghabiskan waktu bersama orang lain?

Setiap orang memiliki tingkat sosialisasi yang berbeda-beda. Dengan memahami batas “baterai sosial” diri sendiri, akan membantu Anda menyadari kapan perlu mengisi ulang energi (tubuh dan pikiran) dan bertemu dengan orang.

Istirahat Kreatif

Jika Anda bekerja di bidang kreatif, istirahat kreatif adalah suatu keharusan. Selama ini pekerjaan Anda menuntut Anda untuk berjuang melawan hambatan menulis, berisiko mengalami creative block (kebuntuan dalam berkreasi), atau burnout.

Saundra menyarankan, agar Anda melakukan istirahat kreatif dengan menjauh dari proyek kreatif sementara waktu. Dengan begitu otak Anda benar-benar dapat beristirahat dan ‘menghilang’ dari tekanan-tekanan di atas.

Misalnya saja dengan tracking di alam bebas, nonton konser, baca novel, atau mengunjungi tempat baru yang bisa memberikan inspirasi. Ini sekaligus membantu Anda dalam mencari ide baru dalam berkreasi.

Istirahat Spiritual

Bila Anda merasa tidak terhubung dengan kehidupan, merasa kosong, hidup seperti tak bermakna, dan tidak memiliki tujuan hidup, ini pertanda Anda butuh istirahat spiritual.

Tujuan dari istirahat ini adalah agar Anda menemukan kembali tujuan hidup dan mensyukuri apa yang sudah Anda miliki. Istirahat spiritual bisa dilakukan dengan lebih sering berdoa, ikut acara amal, bergabung dengan komunitas rohani, atau melakukan teknik meditasi mindfulness.

Istirahat Sistemik

Istirahat sistemik adalah beristirahat dari segala hal yang tidak sehat yang masuk ke dalam sistem tubuh, seperti makanan olahan, makanan cepat saji, juga makanan tinggi lemak/tinggi gula. Makanan-makanan seperti ini sangat sulit dicerna tubuh, dan sebagian besar energi yang dihasilkan tubuh dihabiskan untuk mencerna makanan-makanan tersebut sehingga membuat Anda jadi merasa lelah, letih, atau lesu.

Dengan melakukan istirahat sistemik artinya Anda mulai mengonsumsi makanan yang jauh lebih sehat, mudah dicerna, yang memberikan perlindungan restoratif dari stres oksidatif.

Itulah 8 jenis istirahat yang perlu Anda ketahui dan patut dicoba. Perhatikanlah seperti apa gaya hidup Anda selama ini, lalu pilih istirahat yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan tubuh dan pikiran Anda. Semangat sehat, ya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
2 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru