JAKARTA – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan, bahwa Hari Anak Nasional (HAN) 2025 harus menjadi implementasi dari semangat program Asta Cita yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Rangkaian Peringatan HAN ke-41 Tahun 2025 merupakan salah satu langkah implementasi Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kabinet Indonesia Maju,” kata Arifatul dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com, Rabu (23/7/2025).
Di mana dipaparkan Arifatul, bahwa Asta Cita memiliki kandungan program di mana dalam poin pertanya, target Presiden Prabowo Subianto adalah menumbuhkan ideologi Pancasila bagi generasi bangsa Indonesia.
“Seperti pada poin pertama yakni, memperkokoh idelogi Pancasila, demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM),” ujarnya.
Selain itu, masih sejalan dengan pengembangan tubuh kembang anak, Arifatul juga menyebut di beberapa poin Asta Cita Prabowo yang berjumlah 8 (delapan) poin tersebut masih berkaitan. Salah satunya adalah di poin ke empat.
“Poin ke-empat yakni, Memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas,” jelasnya.
Lalu di poin ke-delapan ada target untuk memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
Dipaparkan juga oleh Arifatul Fauzi, bahwa di dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas terhadap beberapa poin yang juga sangat berdampak terhadap pengembangan sumber daya manusia lebih khusus ke anak-anak, seperti pemberian makan siang dan susu gratis di satuan pendidikan, serta bantuan gizi untuk anak balita dan juga ibu hamil, penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis yang berkualitas, dan pembangunan sekolah-sekolah unggul terintegrasi ke seluruh wilayah Indonesia.
Namun demikian, semua target besar itu tak bisa diraih tanpa adanya kerja sama dan kolaboratif dari semua stakeholders. Dan dalam momentum Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini, ia mengajak semua elemen masyarakat mendorong semangat kolaboratif untuk mewujudkan apa yang menjadi harapan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita tersebut.
“Dengan semangat kebersamaan peringatan HAN ke-41 Tahun 2025 bersifat desentralisasi yang di mulai dari tingkat Desa hingga Luar Negeri turut mendukung realisasi Asta Cita dan PHTC hingga ke tatanan masyarakat langsung dan berdampak nyata untuk anak-anak Indonesia,” paparnya.
Selain itu, Arifatul juga berharap dengan semangat gotong royong merealisasikan Asta Cita dalam tumbuh kembang Sumber Daya Manusia (SDM) tersebut, ada target besar yang bisa ditatap bersama-sama, yakni Indonesia Emas 2045.
Maka dengan itu, ia mendorong semua pihak baik pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga kemasyarakatan, dunia pendidikan dan media massa untuk terus bersinergi dalam melakukan upaya-upaya yang berdampak positif terhadap tumbuh kembang anak, dengan cara melakukan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
“Dalam pemberian identitas, pengasuhan yang layak, layanan kesehatan dan jaminan sosial, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang serta mendapatkan perlindungan khusus mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045,” pungkasnya.
Semua paparan ini disampaikan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi melalui Pedoman Peringatan Hari Anak Nasional ke-41 Tahun 2025 dengan tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat menuju Indonesia Emas 2045”.

