Budi Gunadi Sadikin Minta Dokter TNI Ditugaskan di 14 Rumah Sakit Rawan Konflik

0 Shares

JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta Kementerian Pertahanan untuk menempatkan dokter dari kalangan TNI di 14 rumah sakit yang akan dibangun di wilayah rawan konflik, termasuk Papua. Hal ini guna meningkatkan kemampuan medis sekaligus pertahanan di lapangan.

Budi menilai dokter dari kalangan TNI dmemiliki kemampuan untuk bertahan dalam situasi darurat seperti serangan dari kelompok separatis.

- Advertisement -

“Kalau dari Kementerian Pertahanan tenaga medis, tenaga kesehatannya lebih ada faktor pertahanan dan kalau toh pun terjadi sesuatu, mereka bisa menjaga diri,” kata Budi usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemenkes, Kemhan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Selasa, (22/7/2025) seperti dikutip Holopis.com.

Menurut Menkes, sudah banyak kasus kekerasan menimpa tenaga medis di lapangan. Oleh karena itu, ia meminta agar pembangunan dan penempatan tenaga medis di daerah rawan melalui kerja sama dengan Kemhan.

- Advertisement -

“Teman-teman pasti sudah lihat, ada dokter yang ditembak, ada perawat yang ditusuk di daerah-daerah sana, kan rawan sekali,” ujar Budi dalam keterangan tertulis.

Dalam kerja sama ini, Kemhan akan mendukung dari sisi pembangunan konstruksi, pengamanan wilayah rumah sakit, hingga pengiriman tenaga medis. Namun tidak semua tenaga medis yang bertugas nantinya berasal dari unsur TNI atau Kemhan.

“Ada ekspektasi dari masyarakat, dari tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh politik di sana harus ada yang namanya Orang Asli Papua atau OAP yang terlibat. Jadi nanti akan dikombinasikan untuk bertugas di rumah sakit,” Budi menjelaskan.

Adapun pembangunan rumah sakit ini akan dimulai pada tahun 2026. Sementara itu Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan telah menyiapkan tenaga dokter lulusan Fakultas Kedokteran Militer Universitas Pertahanan. Kemhan juga akan mengerahkan Satgas Kesehatan yang sebelumnya telah bertugas di Papua untuk memperkuat layanan medis di RS baru tersebut.

“Kita punya fakultas kedokteran dan setiap tahun kita memiliki lulusan fakultas kedokteran yang nantinya dia menjadi dokter di PMI dan itu akan kita kontribusikan untuk mendukung rumah sakit di daerah,” Sjafrie.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru