Kemudian pada lusa yakni tanggal 22 Juli akan dilaksanakan pembukaan Kongres V SPI, kegiatan ini akan dihadiri oleh 5.000 massa petani SPI dari seluruh Indonesia, khususnya dari basis-basis di Jambi selaku tuan rumah. Satu perjuangan utama dari SPN adalah reforma agraria (land reform).
“Karena jika tidak dilaksanakan reforma agraria, dalam ketidakadilan penguasaan tanah yang terjadi saat ini, pembangunan pertanian seperti apapun yang dibuat tidak akan membawa kesejahteraan bagi petani dan rakyat Indonesia,” tegas Henry.
“Demikian juga prinsip kedaulatan pangan harus dijalankan. Karena jika tidak, Indonesia akan terus terjajah dan hilang kedaulatan pangannya,” tambahnya.
Dalam konteks reforma agraria tersebut, Majelis Nasional Petani (MNP) juga ingin memperjuangkan nasib para transmigran. dimana mereka adalah bagian dari program pemerintah yang banyak hak-haknya terabaikan. Terutama hak-hak atas agraria, banyak tanah-tanah transmigran yang diambil oleh korporasi besar. Hal ini seperti disampaikan oleh Mugi Ramanu, Ketua MNP.
“Kunjungan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan agraria di kalangan petani, termasuk transmigran, masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi negara,” tegas Mugi.


