JAKARTA – Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengumumkan telah menewaskan Ahmad Muhammad Salah, kepala pos terdepan Hizbullah di Yohmor di Lebanon selatan, dalam sebuah serangan udara pada Sabtu (19/7). Israel mengklaim bahwa Salah terliabt dalam pembangunan infrastruktur militer Hizbullah.
“Salah terlibat dalam upaya membangun kembali lokasi infrastruktur militer Hizbullah di wilayah Yohmor,” kata IDF, dikutip Holopis.com, Sabtu (20/7).
Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat, yang berafiliasi dengan Kementerian Kesehatan Lebanon, mengatakan sebelumnya pada Sabtu bahwa serangan drone Israel terhadap sebuah sepeda motor di permukiman Sharabik di Yohmor, Distrik Nabatieh, mengakibatkan satu orang tewas.
Sebelumnya pada Sabtu, Mohammad Abdullah Al-Hadi, seorang militan dari Pasukan Elit Radwan Hizbullah, tewas dalam serangan udara Israel di Kota Al-Khiam di Lebanon selatan, menurut sumber-sumber Israel dan Lebanon.
Sejak 27 November 2024, perjanjian gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel yang ditengahi oleh Amerika Serikat dan Prancis telah berlaku, mengakhiri bentrokan yang meletus setelah perang di Gaza.
Meskipun ada perjanjian tersebut, tentara Israel masih beberapa kali melancarkan serangan di Lebanon, dengan mengeklaim mereka menargetkan ancaman yang ditimbulkan oleh Hizbullah.
Seperti diberitakan Holopis.com sebelumnya, di akhir 2024, Lebanon memang sudah dikhawatirkan bisa bernasib lama seperti Gaza karena serangan Israel. Amerika Serikat sempat memberikan ancaman kepada Israel jangan sampai membuat Lebanon bernasib sama dengan Gaza.
Sama hal nya dengan PBB yang pernah mengungkapkan kekhawatiran mereka, jangan samai Lebanon bisa bernasib sama dengan Gaza.

