JAKARTA – Presiden Republik Indonesia ke 6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengkhawatirkan kegentingan militer antara Iran dengan Israel bisa berdampak sangat luas, bahkan berpengaruh pada situasi dan kondisi masyarakat dunia.
Hal ini dia sampaikan setelah terjadi serangan ganas Israel yang menghancurkan gedung pusat pemerintahan dan pertahanan Suriah di Damaskus pada hari Rabu 16 Juli 2025 lalu.
“Jika Perang Iran-Israel menjadi out of control, dunia benar-benar di ambang malapetaka,” kata SBY dalam tulisannya, Sabtu (19/7/2025) yang dikutip Holopis.com.
Ia kembali mengingatkan bahwa perang dunia ketiga bisa saja pecah ketika lima orang yang disebutkannya tidak memiliki kedewasaan yang baik dalam menyikapi konflik antar negara. Salah satunya jika serangan militer hingga nuklir benar-benar sampai terjado.
“Masa depan dunia, dari sisi perdamaian dan keamanan, ke depan ini akan ditentukan oleh lima orang kuat (strong men),” ujarnya.
Kelima orang tersebut antara lain ; Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, kemudian Presiden Iran Ali Khamenei. Lalu ada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.
“Semoga kelima pemimpin tersebut oleh Tuhan diberikan kearifan jiwa dan kejernihan pikiran dalam mengambil keputusan dan tindakan,” tuturnya.
SBY berharap besar tidak ada aksi di luar kalkulasi yang baik tindakan militer yang terjadi. Sebab jika ada kesalahan perhitungan, maka bisa jadi nyawa dan keselamatan masyarakat dunia bisa terancam.
“Jangan ada salah keputusan dan miscalculation (salah hitung). Kalau gegabah dan salah, akan menimbulkan kematian dan kehancuran yang dahsyat di banyak bangsa dan negara,” tukas SBY.
Lebih lanjut, penerima 12 gelar Doktor Honoris Causa dari berbagai kampus di Asia hingga Eropa tersebut mengatkan bahwa sepanjang sejarah yang ada, banyak peperangan yang berangkat dari ego dan ambisi para pemegang kekuasaan, baik dari abad ke abad, selalu ada warlike leaders atau pemimpin yang sangat gemar berperang. Padahal, sejatinya manusia sedunia lebih mencintai kedamaian dan perdamaian.
Oleh sebab itu, ia mengajak semua pihak khususnya para pemimpin negara-negara di dunia, agar selalu mewaspadai potensi perang dunia ketiga tersebut, serta ikut turun langsung dalam menghadang agar peristiwa kelam dunia terjadi.
“Perang besar, apalagi perang dunia ke-3, masih bisa dicegah. Harus bisa dicegah. Waktu dan jalan masih ada,” pungkasnya.


